SUARAINDONEWS.COM, Jakarta – Tak banyak pabrikan otomotif yang punya sejarah sekaya Skoda. Dari Octavia era 1950-an hingga Superb tahun 1930-an, merek asal Ceko itu selalu mampu menghadirkan desain baru yang tetap membawa jiwa masa lalu. Kini, Skoda kembali menggali arsip kejayaannya dan memperkenalkan sebuah konsep yang langsung mencuri perhatian: Skoda 100 Reborn, reinterpretasi modern dari mobil pertama mereka yang menembus penjualan satu juta unit.
Konsep terbaru ini dirancang oleh Martin Paclt, desainer eksterior Skoda, yang membawa kembali semangat Skoda 100 keluaran akhir 1960-an ke dalam format serba elektrik dan berbahasa desain Modern Solid yang menjadi arah baru merek tersebut.
Bukan Retro Copy-Paste, Tapi Jiwa Asli yang Dimodernkan
Paclt menegaskan sejak awal bahwa ia tidak ingin membuat replika retro. Bukan sekadar menempel detail lama pada bodi baru. Fokusnya adalah mempertahankan siluet, proporsi, dan karakter dasar Skoda 100 versi klasik, lalu menerjemahkannya dalam bahasa abad ke-21.
Hasilnya adalah sebuah sedan modern dengan permukaan bodi halus, volumetrik, dan elegan—tetapi tetap menyimpan kesederhanaan desain khas model jadul yang dulu dikenal karena ketangguhan dan keandalannya.
Sentuhan futuristis hadir lewat empat elemen lampu utama, light strip penuh di bagian depan dan belakang, serta permainan grafis yang terinspirasi aksen krom dan ventilasi belakang model klasik.
Inovasi Gila: Desain Belakang Tanpa Kaca
Salah satu bagian paling radikal dari konsep ini ada di buritan. Paclt terinspirasi oleh fakta bahwa Skoda 100 asli memiliki bentuk kaca depan dan belakang yang hampir mirip.
Dari sinilah muncul ide “nekat”:
menghilangkan kaca belakang sepenuhnya.
Tanpa jendela belakang, bagian buritan berubah drastis—lebih sculptural, lebih berani, dan sangat berbeda dari sedan modern pada umumnya.
Paclt menyebutnya “keputusan yang memancing emosi”, yang memang menjadi tujuan desain.
Grafis oval yang menghias bagian depan dan belakang juga menjadi penghormatan halus pada desain klasik Skoda 100.
Keputusan Radikal yang Justru Membuka Peluang Teknis Baru
Absennya kaca belakang bukan hanya keputusan estetika. Desain itu memungkinkan Skoda menempatkan sistem air intake di posisi tinggi, tepat di atas bagian atap, dengan ventilasi tambahan di sayap belakang.
Menurut Paclt, meski mobil ini listrik, tetap membutuhkan pendinginan. Penempatan air intake tinggi membuat aliran udara lebih efisien. Selain itu, detail ini menjadi panggilan nostalgia pada arsitektur mesin belakang Skoda 100 klasik.
Dari Sketsa Tangan hingga Model 3D
Paclt memulai konsep ini dengan cara tradisional: pensil dan crayon. Dari rangkaian sketsa, ia menyempurnakannya menjadi konsep matang yang memakai basis teknis dari Skoda Superb generasi terbaru. Ia menilai mobil ini harus lebih besar dan punya stance kuat seperti sedan premium modern.
Setelah arah desain final ditetapkan, model 3D dikembangkan hingga menjadi konsep realistik seperti yang ditampilkan kepada publik.
Tidak Akan Diproduksi, Tapi Jadi Petunjuk Masa Depan Skoda
Meski tidak memiliki rencana produksi massal, Skoda menegaskan bahwa proses penciptaan konsep Skoda 100 Reborn ini akan memengaruhi desain produk masa depan mereka. Dari bahasa visual, proporsi, hingga filosofi Modern Solid, mobil konsep ini menjadi laboratorium desain yang akan membentuk generasi baru kendaraan listrik Skoda.
Skoda 100 Reborn bukan sekadar nostalgia. Ini adalah eksplorasi berani bagaimana warisan merek bisa dihidupkan kembali dalam konteks mobil listrik modern. Dengan pendekatan desain futuristis, keputusan ekstrem seperti menghilangkan kaca belakang, dan penghormatan mendalam pada sejarah, mobil konsep ini menjadi salah satu proyek desain paling menarik dari Skoda dalam satu dekade terakhir.
(Anton)




















































