SUARAINDONEWS.COM, Jakarta – Pernah merasa lebih tenang setelah membantu orang lain? Ternyata, itu bukan sekadar perasaan.
Dalam ajaran Islam, terdapat hadis riwayat Ath-Thabrani yang menyebutkan bahwa sedekah dapat menolak bala dan memperpanjang umur. Selain itu, dalam Surah Al-Baqarah ayat 261, sedekah diibaratkan seperti benih yang tumbuh berlipat ganda, menggambarkan keberkahan yang terus berkembang.
Lalu, apa yang dimaksud dengan “memperpanjang umur”?
Sebagian ulama menafsirkan bahwa hal tersebut bukan berarti menambah usia secara fisik, melainkan memperluas keberkahan hidup. Artinya, meskipun usia seseorang terbatas, amal baiknya terus memberi manfaat. Namun, ada juga pandangan yang menyebut umur bisa bertambah atas kehendak Tuhan melalui amal kebaikan.
Menariknya, sains modern juga menemukan kaitan antara kebiasaan memberi dan kesehatan. Penelitian dalam bidang psikologi kesehatan menunjukkan bahwa orang yang aktif membantu sesama memiliki risiko kematian lebih rendah.
Secara biologis, saat seseorang memberi, tubuh mengalami kondisi yang dikenal sebagai “helper’s high”. Pada fase ini, otak melepaskan hormon seperti dopamin dan oksitosin yang memicu rasa bahagia dan tenang.
Penelitian dari National Institutes of Health juga menunjukkan bahwa aktivitas memberi dapat membantu menurunkan tekanan darah dan menjaga kesehatan jantung.
Dengan demikian, meski tidak selalu dimaknai secara harfiah, sedekah terbukti membawa dampak positif bagi kualitas hidup. Berbagi tidak hanya menjadi nilai spiritual, tetapi juga berkontribusi pada kesehatan dan kesejahteraan secara keseluruhan.
(Anton)




















































