SUARAINDONEWS. COM, Jakarta – Dalam beberapa tahun terakhir, istilah autophagy semakin dikenal masyarakat seiring meningkatnya minat terhadap pola hidup sehat dan praktik puasa. Secara ilmiah, autophagy merupakan proses biologis alami di mana sel tubuh membersihkan, memperbaiki, dan mendaur ulang komponen yang sudah rusak atau tidak lagi berfungsi optimal.
Konsep ini mendapat perhatian luas setelah penelitian mendalam yang dilakukan oleh Yoshinori Ohsumi, yang menjelaskan mekanisme dasar autophagy pada sel. Temuan tersebut membuka pemahaman baru bahwa tubuh manusia memiliki sistem “daur ulang internal” untuk menjaga keseimbangan dan kesehatan sel.
Apa yang Terjadi Saat Tubuh Tidak Mendapat Asupan Makanan?
Ketika seseorang tidak makan selama beberapa waktu, tubuh tidak langsung “melemah”, tetapi justru melakukan penyesuaian metabolik:
- 8–12 Jam Tanpa Makanan
Tubuh mulai menghabiskan cadangan energi dari glukosa dan beralih menggunakan simpanan energi lain. - 12–16 Jam
Terjadi perubahan sinyal metabolik. Tubuh mulai masuk ke fase pemeliharaan (maintenance mode), bukan lagi fokus pada pertumbuhan. - Lebih dari 16 Jam
Aktivitas pembersihan sel meningkat. Tubuh mulai memecah komponen sel yang rusak untuk digunakan kembali sebagai sumber energi dan bahan perbaikan.
Proses inilah yang dikenal sebagai autophagy—mekanisme bertahan hidup yang secara alami dimiliki manusia sejak lahir.
Mengapa Autophagy Penting?
Autophagy berperan dalam:
- Menjaga kualitas sel dengan membuang bagian yang rusak
- Mendukung regenerasi dan keseimbangan metabolisme
- Membantu tubuh beradaptasi terhadap stres biologis, termasuk saat puasa
- Berkontribusi dalam menjaga kesehatan jangka panjang
Para ilmuwan menjelaskan bahwa autophagy bukanlah proses instan, melainkan mekanisme bertahap yang dipengaruhi pola makan, kualitas tidur, aktivitas fisik, dan kondisi kesehatan secara keseluruhan.
Bukan “Detoks Ajaib”
Penting dipahami, autophagy sering disalahartikan sebagai proses “detoks total” atau penyembuhan instan. Secara medis:
- Autophagy adalah fungsi normal tubuh, bukan terapi khusus.
- Manfaatnya optimal jika disertai gaya hidup sehat.
- Puasa ekstrem tanpa pengawasan justru dapat berdampak sebaliknya.
Dengan kata lain, autophagy adalah bagian dari sistem pemeliharaan alami, bukan metode cepat untuk menyembuhkan penyakit.
Edukasi bagi Masyarakat
Pendekatan terbaik untuk mendukung kerja alami tubuh adalah:
- Mengatur pola makan seimbang
- Memberi jeda makan yang wajar (tidak berlebihan)
- Rutin beraktivitas fisik
- Menghindari konsumsi berlebih dan stres kronis
Memahami autophagy membantu masyarakat melihat bahwa tubuh manusia telah memiliki sistem cerdas untuk menjaga dirinya. Tugas kita adalah mendukungnya melalui pola hidup yang sehat dan berkelanjutan.
Edukasi mengenai autophagy diharapkan dapat meluruskan berbagai informasi yang beredar serta mendorong masyarakat menjalani puasa atau pengaturan makan secara bijak, ilmiah, dan sesuai kondisi kesehatan masing-masing.
(Anton)




















































