SUARAINDONEWS.COM, Jakarta — Pemerintah Republik Indonesia melalui Perum Bulog resmi mengekspor beras berkualitas super premium sebanyak 2.280 ton ke Arab Saudi untuk memenuhi kebutuhan konsumsi sekitar 215.000 jamaah haji Indonesia tahun 2026. Langkah strategis ini tidak hanya memastikan kualitas konsumsi jamaah di Tanah Suci, tetapi juga menjadi pintu masuk (entry point) ekspor beras Indonesia ke pasar Timur Tengah yang lebih luas.
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menegaskan total volume ekspor tersebut telah disesuaikan dengan kebutuhan resmi dari Kementerian Haji Arab Saudi.
“Total ekspor beras haji adalah 2.280 ton. Ini sesuai dengan permintaan, menyesuaikan jumlah jemaah haji Indonesia tahun ini kurang lebih 215.000 orang,” ujar Rizal saat ditemui di Gudang Bulog Kelapa Gading, Jakarta.
Kualitas Tertinggi yang Pernah Diproduksi Bulog
Beras yang dikirim merupakan hasil panen baru, bukan berasal dari stok lama. Setelah dipanen, gabah langsung diproses di fasilitas pengolahan modern hingga menghasilkan beras premium dengan standar di atas rata-rata.
Rizal menjelaskan, tingkat patahan beras (broken rice) berada di bawah 5 persen, bahkan hanya 4 persen, dengan kadar air di bawah 14 persen. Angka tersebut jauh melampaui standar beras premium Bulog selama ini yang berada di kisaran 15 persen patahan.
“Ini beras super premium yang pernah kita buat. Kualitasnya terbaik,” tegas Rizal.
Beras tersebut dikirim menggunakan merek Be Food, sesuai spesifikasi yang diminta pemerintah Arab Saudi. Untuk jamaah haji Indonesia, harga ditetapkan Rp16.000 per kilogram karena mendapatkan subsidi pemerintah.
“Karena ini untuk jemaah kita, maka harga Rp16.000 per kg adalah subsidi dari pemerintah,” jelasnya.
Dari sisi nilai transaksi, ekspor ini diperkirakan mencapai hampir Rp38 miliar, menandai capaian signifikan dalam diplomasi pangan Indonesia.
Entry Point Pasar Timur Tengah
Ekspor ini disebut sebagai langkah awal penetrasi pasar Timur Tengah, yang memiliki potensi besar. Setiap tahun, hampir 2 juta orang melaksanakan ibadah umrah di Arab Saudi, ditambah komunitas warga Indonesia (mukimin) yang tinggal di sana.
“Ini entry point kita. Istilahnya kalau jualan, kita jual promo dulu. Harapannya nanti kita masuk secara komersial untuk kebutuhan jemaah umrah dan mukimin di Saudi Arabia,” terang Rizal optimistis.
Jalur Aman, Tidak Lewati Selat Hormuz
Di tengah memanasnya situasi geopolitik kawasan Timur Tengah dan isu penutupan Selat Hormuz, pemerintah memastikan pengiriman beras tetap berjalan dan tidak melalui jalur tersebut.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menyatakan kapal pengangkut beras akan berlabuh di Pelabuhan Islam Jeddah dan diyakini tiba dengan aman.
“(Nantinya akan berlabuh) di Jeddah, dan tiba dengan aman insya Allah,” ujar Amran.
Rute pelayaran menuju Jeddah umumnya melintasi Samudra Hindia dan masuk ke Laut Merah melalui Bab el-Mandeb sebelum bersandar di pelabuhan. Dengan demikian, pengiriman tidak melewati Selat Hormuz.
“Insya Allah aman. Aman sampai di Jeddah,” tegasnya.
Terkait dinamika keamanan kawasan, Amran menyatakan pengiriman akan menyesuaikan kondisi.
“Kita masuk pada saat dibuka,” ujarnya.
Pemerintah Gandeng Intelijen Negara
Rencana pemberangkatan kapal dijadwalkan pada 7 Maret 2026, dengan tetap memperhatikan perkembangan geopolitik.
Rizal menegaskan, pemerintah telah melakukan koordinasi lintas lembaga dan meminta asesmen keamanan dari BAIS TNI, Badan Intelijen Negara, serta Kementerian Luar Negeri guna memastikan kelancaran dan keamanan pengiriman.
“Kami sudah bersurat untuk memohon asesmen terkait pemberangkatan beras haji Indonesia ini. Intinya pemerintah menyiapkan semaksimal mungkin sesuai arahan Rakortas,” tegas Rizal.
Pemerintah memastikan seluruh proses dilakukan dengan perhitungan matang, demi menjamin kualitas konsumsi jamaah haji Indonesia sekaligus menjaga reputasi Indonesia sebagai produsen beras premium yang siap bersaing di pasar global.
Ekspor perdana ini bukan sekadar pengiriman komoditas, melainkan simbol kemandirian pangan nasional yang kini mulai menapaki panggung internasional.
(Anton)




















































