SUARAINDONEWS.COM, Jakarta – Investasi besar kembali masuk ke Indonesia. DAMAC Digital resmi membangun pusat data raksasa bertajuk JKT01 – Jakarta Central di kawasan MT Haryono, dengan nilai mencapai sekitar Rp2,3 triliun.
Proyek ini bahkan sudah memasuki tahap topping off pada kuartal pertama 2026, yang menandakan struktur utama bangunan telah rampung. Jika sesuai target, fasilitas ini akan mulai beroperasi pada akhir tahun 2026.
Dari luar mungkin terlihat seperti gedung biasa. Tapi di dalamnya? Ini ibarat “otak digital” yang bakal menyimpan dan mengolah data dalam jumlah besar.
Bukan Kaleng-Kaleng, Ini Skala Raksasa
Pusat data ini dibangun di atas lahan 3.600 meter persegi dengan luas bangunan mencapai 15.080 meter persegi. Kapasitas dayanya mencapai 19,2 MW dan mampu menampung hingga 1.350 rak server.
Singkatnya, ini bukan tempat simpan file biasa. Ini levelnya sudah “gudang internet”.
Dilengkapi sistem pendingin modern berbasis water cooling tower, fasilitas ini dirancang agar tetap efisien dan ramah lingkungan. Jadi walaupun isinya “panas” karena server bekerja terus, gedungnya tetap adem.
Buat Apa Sih Data Center Segede Ini?
Pusat data ini akan mendukung berbagai kebutuhan digital, mulai dari:
- layanan cloud
- edge computing
- penyimpanan data perusahaan
- hingga operasional startup dan platform digital
Artinya, aktivitas online masyarakat—dari streaming, belanja online, sampai kerja digital—akan semakin bergantung pada fasilitas seperti ini.
Indonesia Makin Serius Jadi Kekuatan Digital
Kehadiran proyek ini dinilai sebagai bagian dari upaya menjadikan Indonesia sebagai salah satu pusat ekonomi digital di Asia. Permintaan data terus meningkat, dan infrastruktur seperti ini jadi kunci utama.
Namun di balik kecanggihannya, ada juga yang bikin mikir:
- konsumsi listrik besar
- kebutuhan infrastruktur pendukung
- serta tantangan menjaga efisiensi energi
Dengan investasi triliunan rupiah dan teknologi canggih, data center ini digadang-gadang jadi tulang punggung dunia digital Indonesia.
Jadi kalau nanti internet makin cepat, mungkin ini salah satu penyebabnya.
Tapi kalau listrik rumah sempat kedip-kedip… ya semoga bukan karena rebutan daya dengan server.
(Anton)




















































