SUARAINDONEWS.COM, FLORIDA – Kabar gokil datang dari dunia antariksa! Tepat tanggal 1 April 2026 kemarin, NASA resmi melepas empat astronot terpilih dalam misi Artemis II dari Kennedy Space Center. Bukan main-main, ini adalah misi manusia pertama yang kembali menuju Bulan setelah hampir setengah abad “absen”.
Keempat astronot keren yang lagi bertugas adalah Reid Wiseman, Victor Glover, Christina Koch, dan Jeremy Hansen. Saat ini, posisi mereka terpantau aman di High Earth Orbit (HEO) atau orbit Bumi tinggi.
Lagi “Check-up” Kendaraan Sebelum Gaspol
Bukan cuma sekadar terbang, selama 24 jam pertama ini mereka lagi sibuk melakukan ritual penting. Para astronot lagi testing sistem pendukung kehidupan dan pendorong tambahan di pesawat ruang angkasa Orion.
Menariknya, mereka juga melakukan demo piloting manual. Jadi, para astronot ini bermanuver langsung mengendalikan Orion di dekat Interim Cryogenic Propulsion Stage (ICPS) buat memastikan kendali pesawat bener-bener smooth sebelum perjalanan jauh dimulai.
4 Hari Menuju Bulan (Transit Era)
Setelah semua sistem dibilang clear, Orion bakal melakukan manuver Trans-Lunar Injection (TLI). Sederhananya, ini adalah momen “injak gas” maksimal buat keluar dari gravitasi Bumi dan meluncur ke arah Bulan. Perjalanan ini bakal memakan waktu sekitar 4 hari.
Selama fase transit ini, kru nggak cuma bengong, lho. Mereka bakal terus memantau kinerja Orion sambil melakukan berbagai pengamatan ilmiah yang sudah dijadwalkan secara presisi.
Misi Bersejarah: Persiapan Buat “Landing” Berikutnya
Misi Artemis II ini punya rute flyby alias terbang melintas. Orion bakal terbang di ketinggian sekitar 7.400 kilometer dari permukaan Bulan. Yang canggih, mereka pakai metode free return trajectory—memanfaatkan gravitasi Bulan buat “ngelempar” balik pesawat ke Bumi tanpa harus boros bahan bakar buat pembakaran mesin besar.
“Ini bukan sekadar jalan-jalan ke luar angkasa. Data dari misi ini bakal jadi kunci buat misi Artemis III mendatang, yang targetnya luar biasa: mendaratkan wanita pertama dan orang kulit berwarna pertama di permukaan Bulan!”
Misi ini jadi bukti kalau ambisi manusia buat eksplorasi luar angkasa lagi ada di puncaknya. Buat kalian yang mau pantau update pergerakan Orion secara real-time, jangan lupa ikuti terus perkembangannya di kanal sains dan teknologi kami!
(Anton)




















































