SUARAINDONEWS.COM, Jakarata – Di tengah tsunami informasi yang makin sulit dibedakan antara fakta dan fiksi, Senator Dr. Nono Sampono, M.Si. kembali unjuk gigi. Kali ini, panggungnya ada di Dusun Kamiri, Desa Hative Besar, Ambon. Temanya? Bukan konser, bukan orasi politik… tapi “Sosialisasi 4 Pilar MPR RI” — edisi anti-hoaks!
Dengan gaya khasnya yang kalem tapi penuh makna, mantan Wakil Ketua DPD RI ini menyampaikan pesan penting: “Pancasila bukan cuma hafalan upacara bendera, tapi filter utama sebelum kamu share konten di medsos!”
Pancasila: Filter Paling Anti-Gibah
“Sekarang ini kita banjir informasi. Tapi sebelum share, coba tanya ke diri sendiri: Ini informasi benar enggak? Adil enggak? Bikin damai atau malah rusuh? Nah, Pancasila itu jadi filter moral kita,” ujar Nono membuka sesi, langsung mengaitkan nilai dasar bangsa dengan perilaku sehari-hari di dunia maya. Netizen, catat ya!
UUD 1945: Boleh Bebas, Tapi Jangan Liar
Berikutnya, Nono mengingatkan soal UUD 1945. “Kita boleh kok berpendapat, bebas. Tapi ingat, kebebasan itu ada tanggung jawabnya. Jangan asal ngomong, jangan sebar yang belum tentu benar, apalagi yang bisa merugikan negara,” tegasnya. Jadi, bebas berkomentar itu bukan berarti bebas jadi keyboard warrior sesat!
NKRI: Kalau Cinta Negara, Jangan Jadi Mesin Hoaks
Masuk ke poin ketiga, Nono tampil lebih tegas. “Kalau kamu cinta Indonesia, ya jangan ikut-ikutan nyebar hoaks! Jangan jadi bagian dari penyebar kebencian yang bisa memecah belah bangsa.”
Sentilan halus buat mereka yang suka posting provokatif demi engagement. Eh, sadar nggak sih, itu bisa merusak NKRI?
Bhinneka Tunggal Ika: Jangan Jadi Polisi Moral Pilihan
Soal keberagaman, Nono kembali mengingatkan: “Perbedaan itu kekayaan. Tapi kalau kita enggak bisa saling menghargai, malah jadi sumber masalah.”
Ia menyindir perilaku warganet yang suka menyerang kelompok tertentu dengan narasi rasis atau diskriminatif. “Sebelum nyalahin orang, tanya dulu: Ini beneran masalah atau cuma narasi adu domba?” katanya.
Generasi Muda, Jangan Cuma Cerdas, Tapi Juga Cerdas Digital!
Nono juga menyentil generasi muda agar melek literasi digital, bukan cuma jago scroll TikTok. “Hati-hati dengan informasi yang belum jelas. Jangan asal klik share. Gunakan 4 Pilar sebagai pedoman etika di dunia maya. Saring dulu, baru sharing!” katanya sambil mengajak peserta tersenyum geli—karena mungkin merasa tertampar halus.
Diskusi Serius, Tapi Nggak Bikin Ngantuk
Sesi ditutup dengan diskusi interaktif yang bikin suasana cair tapi penuh makna. Warga Ambon tampak antusias, berbagi pengalaman dan tanya-jawab langsung dengan sang senator.
Pesan akhirnya? Ruang digital sehat = bangsa kuat. Dan semua dimulai dari kita: warganet yang sadar, santun, dan tahu kapan harus scroll dan kapan harus stop.
Nono Sampono mungkin bukan influencer TikTok, tapi konten ceramahnya kali ini layak trending. Di era hoaks dan hasutan, 4 Pilar bukan sekadar jargon negara, tapi kompas moral buat semua generasi. Jadi, sebelum jari kamu jadi senjata, pastikan otak dan hati sudah ikut bicara.
(Anton)



















































