SUARAINDONEWS.COM, Jakarta Utara — Mobil listrik dikenal senyap, bersih, dan ramah lingkungan. Namun peristiwa kebakaran di kawasan Penjaringan, Jakarta Utara, mengingatkan bahwa meski tanpa suara mesin, risikonya tetap tidak boleh disepelekan. Sebuah mobil listrik yang tengah diisi daya diduga memicu kebakaran hebat hingga menewaskan lima orang dari satu keluarga.
Kejadian berlangsung pada malam hari, saat aktivitas rumah tangga mulai beristirahat. Mobil listrik tersebut sedang menjalani proses pengisian daya di halaman rumah. Namun, alih-alih baterai terisi penuh, api justru lebih dulu “mengisi” seluruh bangunan. Dalam waktu singkat, kobaran api membesar dan menyebar ke area rumah di sekitarnya.
Petugas pemadam kebakaran yang tiba di lokasi langsung melakukan pemadaman dan evakuasi. Sayangnya, seluruh korban ditemukan meninggal dunia di dalam rumah. Lingkungan permukiman yang padat dan akses gang yang sempit membuat api cepat menjalar dan sulit dikendalikan.
Petugas menduga kebakaran dipicu oleh gangguan kelistrikan saat pengisian daya, meski penyelidikan lebih lanjut masih dilakukan. Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa meski mobil listrik tidak memakai bensin dan knalpot, listrik tetap bukan main-main.
“Mobilnya memang listrik, tapi keamanannya tetap harus ‘full charge’ juga,” ujar salah satu petugas di lokasi, mengingatkan pentingnya prosedur pengisian daya yang benar.
Seiring meningkatnya penggunaan kendaraan listrik, masyarakat diimbau untuk lebih memperhatikan aspek keselamatan. Pengisian daya sebaiknya menggunakan perangkat resmi, instalasi listrik yang sesuai kapasitas, serta dilakukan di area yang memiliki ventilasi baik dan jauh dari bahan mudah terbakar. Kabel sambungan tambahan dan colokan seadanya sebaiknya dihindari—hemat listrik boleh, tapi jangan menghemat keselamatan.
Pemerintah dan pihak terkait juga diharapkan memperkuat edukasi publik mengenai cara aman mengisi daya kendaraan listrik, agar teknologi ramah lingkungan ini benar-benar membawa manfaat, bukan musibah.
Tragedi di Penjaringan menjadi duka mendalam bagi keluarga korban dan warga sekitar. Di balik kesedihan itu, ada pelajaran penting bagi kita semua: kendaraan boleh modern, tapi urusan keselamatan jangan sampai ketinggalan zaman.
(Anton)




















































