SUARAINDONEWS. COM, Padang – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo didampingi oleh Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade dan Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi memulai langsung pelaksanaan pengeboran sumur dalam di RSUP Dr. M. Djamil Padang, Sumatera Barat, Jumat (30/1). Pengeboran ini sebagai bagian dari upaya penanganan darurat pascabencana sekaligus penguatan layanan dasar, khususnya penyediaan air bersih untuk fasilitas kesehatan rujukan regional.
Menteri Dody menegaskan, ketersediaan air bersih di rumah sakit merupakan kebutuhan mutlak yang tidak boleh terganggu, terlebih RSUP Dr. M. Djamil merupakan rumah sakit rujukan utama di kawasan Sumatera Barat dan sekitarnya.
“Hari ini kita mulai melakukan pengeboran sumur dalam 120 meter, yang insyaallah akan selesai dalam waktu sekitar 10 hari-an. Selama ini Kementerian PU memberikan dukungan penuh melalui mobil tangki air sebanyak 14 tangki per hari, dan itu sudah berjalan hampir lebih dari dua bulan. Hari ini kita mulai dengan solusi permanen,” ujar Menteri Dody.
Sumur bor dalam tersebut ditargetkan menghasilkan debit sekitar 10 liter per detik atau setara 864 meter kubik per hari. Dengan beroperasinya sumur bor ini yang tersambung ke jaringan utama rumah sakit, pemenuhan kebutuhan air bersih RSUP Dr. M. Djamil diharapkan dapat mencapai hampir 90% secara mandiri.
“Setelah sumur ini beroperasi dan tersambung ke saluran utama rumah sakit, dari total kebutuhan air, kita bisa melayani hampir 90%. Sisanya sekitar 10% akan kita pikirkan cara penambahannya, supaya suplai air bisa lebih dari 100 persen,” terang Menteri Dody.
Berdasarkan data Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V Padang, kebutuhan riil air RSUP Dr. M. Djamil mencapai sekitar 1.776 meter kubik per hari. Saat ini rumah sakit masih bergantung pada pasokan PDAM sehingga berisiko tinggi jika terjadi gangguan suplai. Melalui pembangunan sumur bor baru ini, total produksi air mandiri ditargetkan meningkat menjadi 1.128 meter kubik per hari atau lebih dari 90% kebutuhan harian.
Menteri Dody menambahkan bahwa pengerjaan akan dilakukan secara simultan, meliputi penyediaan pompa, pembangunan rumah pompa, jalur pipa ke reservoir dan sambungan utama rumah sakit, serta pengujian kualitas air. “Air yang keluar akan kita uji dulu agar kualitasnya terjamin, setara dengan air PDAM, baru kemudian dimasukkan ke reservoir dan disalurkan ke rumah sakit,” jelas Menteri Dody.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade menyampaikan apresiasi atas respons cepat Kementerian PU dalam membantu RSUP Dr. M. Djamil. Menurutnya, rumah sakit tersebut melayani lebih dari 20 operasi besar setiap hari dan menjadi rujukan bagi Sumatera Barat, Bengkulu, Jambi, hingga sebagian Sumatera Utara.
“Alhamdulillah, selama ini Kementerian PU sudah membantu dengan 14 mobil tangki air per hari. Hari ini Pak Menteri PU mengakomodir aspirasi RSUP Dr. M. Djamil dengan pembangunan sumur bor sedalam 120 meter, ditambah reservoir, pompa, dan pembangkit listrik tenaga surya. Ini bentuk kehadiran negara,” ujar Wakil Ketua Andre.
Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi turut menyampaikan terima kasih atas perhatian pemerintah pusat terhadap penanganan bencana dan pemulihan layanan dasar di Sumatera Barat.
“Terima kasih kepada Pak Menteri PU dan Bapak Presiden Prabowo Subianto. Penanganan bencana di Sumatera Barat merupakan penanganan nasional, dan seluruh infrastruktur dibantu oleh pemerintah pusat. Untuk RSUP Dr. M. Djamil, mudah-mudahan kebutuhan air hariannya segera terpenuhi, karena air sangat substansial bagi rumah sakit dan masyarakat Kota Padang,” ujar Mahyeldi.
(Anton)



















































