SUARAINDONEWS.COM, Makkah – Transformasi besar-besaran tengah berlangsung di Kota Makkah, Arab Saudi. Pemerintah setempat melalui Komisi Kerajaan untuk Kota Makkah dan Situs Suci menyiapkan pembangunan bandara baru serta sistem metro guna meningkatkan konektivitas dan pelayanan bagi jutaan jamaah.
CEO Komisi Kerajaan untuk Kota Makkah dan Situs Suci, Saleh Al-Rasheed, mengungkapkan bahwa arah investasi strategis dan ekonomi untuk pengembangan Bandara Makkah telah mendapatkan persetujuan. Bandara ini dirancang dengan standar global dan ditargetkan mampu melayani lonjakan jumlah pengunjung ke Tanah Suci.
“Pengembangan ini akan dilakukan dengan melibatkan sektor swasta, melalui model investasi yang tetap menjaga keseimbangan dengan bandara di kota-kota sekitar,” ujar Al-Rasheed dalam wawancara.
Selain itu, proyek Metro Makkah juga terus menunjukkan progres. Studi kelayakan serta desain awal telah rampung, menandai langkah penting menuju sistem transportasi modern yang terintegrasi.
Tidak hanya sektor transportasi, pengembangan juga menyasar peningkatan kualitas hidup masyarakat dan pengalaman jamaah. Berbagai proyek mencakup perumahan, infrastruktur, hingga layanan publik, dengan target tingkat kepuasan mencapai 90,5 persen pada 2025.
Salah satu inovasi unggulan adalah program “Smart Makkah” yang memanfaatkan kecerdasan buatan untuk mengelola pergerakan jamaah di sekitar Masjidil Haram. Teknologi ini mencakup sistem prediksi arus massa di Jembatan Jamarat hingga pemantauan berbasis citra udara yang terintegrasi dengan aplikasi layanan publik.
Di sektor transportasi, Makkah juga memperkuat layanan bus, taksi, dan sistem transportasi terpandu. Program “Taksi Makkah” menghadirkan armada modern dengan sistem pelacakan, pembayaran digital, serta penggunaan kendaraan listrik dan hibrida.
Saat ini, jaringan bus Makkah mengoperasikan sekitar 400 unit di 12 rute dengan 430 halte dan empat stasiun utama. Sejak diluncurkan pada Februari 2022, layanan ini telah digunakan lebih dari 185 juta penumpang.
Pengembangan infrastruktur turut mencakup penyelesaian jalan lingkar utama yang terhubung langsung dengan Masjidil Haram dan kawasan suci lainnya. Peningkatan fasilitas di sekitar Masjidil Haram juga terus dilakukan, termasuk pembangunan puluhan gedung layanan dan eskalator untuk mendukung kelancaran operasional ibadah.
Proyek lainnya meliputi pengembangan kawasan Arafat, pembangunan tenda dua lantai, menara hunian bagi puluhan ribu jamaah, serta rumah sakit darurat berkapasitas 200 tempat tidur di Mina.
Dalam aspek keberlanjutan, pemerintah telah menanam puluhan ribu pohon, membangun sistem pengelolaan air terpadu, serta menghadirkan jalur pejalan kaki yang teduh dan berpendingin. Program pengelolaan limbah juga berhasil mencatat efisiensi anggaran yang signifikan.
Ke depan, pembangunan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas pelayanan ibadah haji dan umrah, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi serta keterlibatan sektor swasta.
Dengan pendekatan terpadu, Makkah kini bergerak menuju kota masa depan yang modern, berkelanjutan, dan mampu memberikan pengalaman ibadah yang lebih aman, nyaman, dan efisien bagi seluruh jamaah.
(Anton)




















































