SUARAINDONEWS.COM, Jakarta – Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta menghadirkan inovasi yang menyasar langsung persoalan ketimpangan pendidikan di Indonesia. Melalui proyek Edu Solar & IoT Hub, mereka menciptakan sistem pembelajaran berbasis energi mandiri untuk wilayah 3T yang selama ini terkendala listrik dan akses internet.
Inovasi ini digagas oleh Yuanda Eka Saputra bersama tim lintas jurusan. Mereka menggabungkan panel surya dengan teknologi Internet of Things agar kegiatan belajar tetap berjalan, baik secara daring maupun luring, meski berada di daerah dengan keterbatasan infrastruktur.
Sistem yang dikembangkan juga dilengkapi platform berbasis website yang memungkinkan interaksi antara siswa dan pengajar tetap berlangsung. Akses materi, komunikasi dua arah, hingga pemantauan aktivitas belajar bisa dilakukan secara lebih fleksibel.
Gagasan ini lahir dari keresahan terhadap masih lebarnya kesenjangan akses pendidikan di berbagai daerah. Edu Solar & IoT Hub menjadi langkah nyata untuk menghadirkan solusi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Inovasi tersebut turut mengantarkan tim meraih lima medali dalam ajang LETIN 7 dan FIM 2 yang digelar di Universitas Janabadra.
Lewat inovasi ini, mahasiswa UMS menegaskan bahwa teknologi dapat menjadi alat penting untuk menjawab tantangan nyata, terutama dalam mendorong pemerataan pendidikan di seluruh Indonesia.
(Anton)



















































