SUARAINDONEWS.COM, Jakarta – Perang Rusia–Ukraina kembali memanas dengan pernyataan terbaru dari Kremlin. Juru bicara Dmitry Peskov menegaskan bahwa NATO secara de facto terlibat dalam konflik melawan Rusia, menyusul dukungan besar aliansi itu terhadap Ukraina. “Dapat dikatakan dengan kepastian mutlak bahwa NATO berperang melawan Rusia,” ujarnya, dikutip dari RT, Minggu (21/9/2025).
Menurut Peskov, bantuan yang diberikan NATO meliputi dukungan militer, finansial, hingga intelijen kepada Ukraina, sehingga dianggap sebagai partisipasi langsung dalam perang. Sejak invasi Rusia pada Februari 2022, negara-negara anggota NATO memang aktif mengirim persenjataan modern, sistem pertahanan udara, tank, amunisi, hingga pelatihan bagi pasukan Ukraina.
Di sisi lain, NATO menegaskan pihaknya tidak terlibat langsung dalam pertempuran. Aliansi itu menekankan bahwa perannya adalah mendukung Ukraina untuk mempertahankan diri, sembari tetap berupaya menghindari eskalasi menjadi perang terbuka dengan Rusia yang berisiko memicu konflik nuklir.
NATO, yang berdiri sejak 1949 dengan prinsip pertahanan kolektif, kini beranggotakan 32 negara dari Eropa dan Amerika Utara. Bagi Moskow, ekspansi NATO ke arah timur dan rencana Ukraina bergabung dalam aliansi merupakan ancaman langsung terhadap keamanan Rusia, sekaligus alasan utama invasi yang hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda berakhir.
(Anton)




















































