SUARAINDONEWS. COM, Jakarta — Dunia maya tengah dihebohkan oleh aksi tak biasa dari seorang imam Katolik asal Portugal, Guilherme Peixoto, yang justru dikenal luas sebagai DJ dengan sentuhan spiritual. Sosok yang akrab disapa Padre Guilherme ini sukses mencuri perhatian global setelah tampil memainkan musik elektronik di depan ikon religius dunia, Christ the Redeemer di Rio de Janeiro, Brasil.
Penampilan tersebut bukan sekadar pertunjukan musik biasa. Dengan dentuman beat EDM, permainan cahaya, dan atmosfer reflektif, Padre Guilherme menyampaikan pesan persatuan, sukacita, serta harapan lintas generasi dan budaya. Aksi ini sontak viral karena menghadirkan kombinasi yang jarang terlihat: imam berjubah yang berdiri di balik turntable, bukan mimbar.
Padre Guilherme diketahui telah menjalani pelayanan imamat sejak akhir 1990-an. Namun, sekitar tahun 2010 ia mulai menggunakan musik elektronik sebagai sarana pendekatan pastoral—awal mulanya untuk kegiatan sosial dan penggalangan dana komunitas. Dari sana, aktivitas tersebut berkembang menjadi medium evangelisasi kreatif yang menjangkau anak muda yang selama ini merasa jauh dari bahasa formal keagamaan.
Dalam berbagai kesempatan, ia menegaskan bahwa musik adalah “bahasa universal” yang mampu menghadirkan pengalaman spiritual tanpa batas sekat. Set DJ-nya kerap memadukan unsur elektronik modern dengan simbol, nuansa, dan pesan reflektif yang mengajak audiens berhenti sejenak dari hiruk-pikuk dunia.
Fenomena ini memicu beragam reaksi publik—dari kekaguman atas pendekatan Gereja yang dinilai adaptif terhadap zaman, hingga komentar heran karena metode pewartaan kini terasa lebih mirip festival musik daripada misa konvensional. Namun justru di situlah daya tariknya: menghadirkan iman dalam format yang relevan dengan generasi digital.
Kehadiran Padre Guilherme menunjukkan bahwa ruang spiritual kini tidak lagi terbatas pada bangku gereja. Di tengah lampu sorot dan dentuman bass, ia mencoba menyampaikan pesan sederhana: damai, kebersamaan, dan refleksi bisa ditemukan bahkan di lantai dansa.
(Anton)




















































