SUARAINDONEWS.COM, Jakarta — Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa mendorong percepatan perpanjangan layanan KRL Commuter Line hingga Stasiun Karawang dan Stasiun Cikampek. Dorongan tersebut disampaikannya saat kunjungan kerja ke Stasiun Cikampek, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Selasa (23/12/2025), untuk meninjau kesiapan infrastruktur perkeretaapian di wilayah tersebut.
Saan menjelaskan, hingga tahun 2025 layanan KRL masih beroperasi sampai Stasiun Cikarang dan belum menjangkau Karawang maupun Cikampek. Menurutnya, hal ini bukan disebabkan rendahnya kebutuhan masyarakat, melainkan karena jalur Cikarang–Karawang–Cikampek belum dielektrifikasi.
“KRL hari ini memang baru sampai Cikarang. Kita ingin lanjutkan sampai Karawang dan Cikampek, karena kebutuhannya nyata,” ujar Saan.
Pimpinan DPR RI Koordinator Industri dan Pembangunan (Korinbang) itu menyebut jalur Cikarang–Cikampek sepanjang sekitar 40 kilometer sudah masuk dalam perencanaan elektrifikasi. DPR RI, kata dia, ingin memastikan rencana tersebut benar-benar direalisasikan, bukan hanya berhenti di tahap desain.
“Desainnya sudah ada, rencananya sudah ada. Sekarang tinggal bagaimana kita melakukan percepatan,” tegas Politisi Fraksi Partai NasDem tersebut.
Saan menilai perpanjangan layanan KRL sangat penting mengingat Karawang merupakan kawasan industri nasional dengan mobilitas pekerja yang tinggi. Banyak warga Karawang bekerja di Bekasi dan Jakarta, begitu pula sebaliknya.
“Kalau KRL masuk, mobilitas masyarakat akan jauh lebih efisien,” katanya.
Ia menambahkan, proyek elektrifikasi jalur Cikarang–Cikampek ditargetkan rampung pada 2027 dan menjadi kunci utama perpanjangan layanan KRL hingga Karawang dan Cikampek. Proyek ini merupakan bagian dari total elektrifikasi jalur kereta api di Jawa Barat sepanjang sekitar 80 kilometer dengan nilai investasi diperkirakan mencapai Rp2 triliun.
“Yang perlu digarisbawahi, pembiayaannya tidak menggunakan APBN, tetapi melalui kerja sama korporasi antara KAI dan PLN,” ujar Saan.
Menurutnya, skema pembiayaan tersebut menunjukkan keseriusan BUMN dalam mendukung pengembangan transportasi publik nasional. Meski demikian, ia menekankan pentingnya kepastian waktu dan koordinasi lintas sektor agar target 2027 tidak meleset.
“Tanpa satu peta jalan bersama, target ini akan sulit tercapai secara optimal,” ucapnya.
Saan menegaskan, elektrifikasi jalur kereta api bukan sekadar proyek teknis, melainkan bagian dari strategi jangka panjang untuk meningkatkan efisiensi transportasi, mengurangi kemacetan, dan menekan polusi.
“KRL itu bukan hanya soal kereta, tapi soal kualitas hidup masyarakat,” tutupnya.
(Anton)




















































