SUARAINDONEWS.COM, Banjarbaru – Penguatan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) menjadi salah satu fokus utama pembangunan di Kalimantan Selatan. Hal ini mengemuka dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tahun 2026 untuk penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 yang digelar di Gedung Auditorium K.H. Idham Chalid, Banjarbaru.
Forum tersebut menegaskan bahwa KEK dipandang sebagai instrumen strategis untuk mendorong investasi, mempercepat hilirisasi industri, serta membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat. Pemerintah pusat dan daerah sepakat bahwa penguatan KEK menjadi kunci peningkatan produktivitas dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Wakil Menteri Dalam Negeri, Akhmad Wiyagus, menekankan bahwa prioritas pembangunan tahun 2027 harus bertumpu pada peningkatan produktivitas, efisiensi iklim investasi, dan penguatan sektor industri berbasis hilirisasi. Menurutnya, arah kebijakan ini menjadi landasan bagi daerah untuk memperkuat sektor strategis yang mampu menciptakan nilai tambah ekonomi.
Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, turut menyoroti rencana pengembangan KEK baru yang terintegrasi dengan pembangunan Pelabuhan Internasional Mekar Putih. Proyek tersebut diproyeksikan menjadi salah satu pelabuhan terdalam di Indonesia dan berfungsi sebagai gerbang logistik regional.
Menurut Muhidin, nilai investasi kawasan tersebut diperkirakan mencapai hampir Rp40 triliun, sementara pembangunan jembatan menuju pelabuhan diperkirakan sekitar Rp6 triliun. Ia menilai proyek ini akan menarik investasi besar dan memperkuat posisi Kalimantan Selatan sebagai pusat logistik dan industri pengolahan. 🚢
Di sisi lain, keberadaan KEK Setangga menjadi contoh nyata perkembangan KEK di daerah tersebut. Kawasan ini ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2024 dan difokuskan pada hilirisasi kelapa sawit, pengolahan nikel, serta pengembangan komponen baterai lithium.
Hingga Triwulan IV Tahun 2025, realisasi investasi KEK Setangga mencapai Rp3,676 triliun dengan total investasi kumulatif Rp5,310 triliun. Selain itu, serapan tenaga kerja kumulatif telah mencapai 1.600 orang. Capaian ini menunjukkan bahwa kawasan tersebut mulai memberikan dampak ekonomi nyata bagi daerah. 👷♂️
Plt. Sekretaris Jenderal Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus, Rizal Edwin Manansang, menyebutkan bahwa performa KEK Setangga tergolong kuat meskipun masih berstatus kawasan baru. Ia menegaskan bahwa KEK Setangga bahkan telah masuk dalam 10 besar penyumbang investasi di antara seluruh KEK di Indonesia.
Pemerintah pusat juga menyatakan dukungan terhadap rencana pembentukan KEK baru di Kabupaten Kotabaru, selama seluruh persyaratan administratif dan teknis dapat dipenuhi. Dukungan ini diharapkan mempercepat pertumbuhan ekonomi wilayah dan memperluas kesempatan kerja.
Secara nasional, kinerja KEK juga menunjukkan tren positif. Hingga Triwulan IV Tahun 2025, total investasi kumulatif pada 25 KEK di Indonesia mencapai Rp336 triliun dengan serapan tenaga kerja sebanyak 249.072 orang. Sepanjang tahun 2025 saja, realisasi investasi mencapai Rp82,6 triliun dan serapan tenaga kerja mencapai 88.541 orang, melampaui target awal. 📈
Dengan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, Kalimantan Selatan dinilai berada pada posisi strategis untuk mengembangkan KEK sebagai pintu masuk investasi, penggerak hilirisasi industri, serta sumber pertumbuhan ekonomi baru. KEK Setangga pun menjadi pijakan awal yang menunjukkan potensi besar pengembangan kawasan ekonomi khusus di wilayah tersebut.
(Anton)




















































