SUARAINDONEWS.COM, Jakarta – Pemerintah lewat Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan harga kedelai tetap terkendali di tengah tekanan global. Bareng importir dan pengrajin, disepakati Harga Acuan Penjualan (HAP) di angka Rp 11.500 per kilogram.
Kesepakatan ini bikin harga kedelai di level pengrajin tetap dijaga di bawah Rp 12.000/kg, jadi masyarakat nggak perlu khawatir harga tahu dan tempe melonjak.
Langkah ini diambil dalam rapat koordinasi Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementan bersama pelaku usaha pada Kamis (9/4), sebagai upaya menjaga pasokan sekaligus stabilitas pangan berbasis kedelai.
Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan, Yudi Sastro, menegaskan kabar harga kedelai tembus Rp 20.000 itu tidak benar.
“Kami sudah cek langsung, harga masih di bawah HAP. Di importir sekitar Rp 11.500 per kg,” tegasnya.
Ia memastikan stok kedelai masih aman dan harga tetap terkendali sesuai acuan pemerintah.
Tekanan Global Ada, Tapi Masih Aman
Menurut Yudi, kondisi global memang berpengaruh, terutama ke:
- Ongkos logistik
- Transportasi
- Biaya produksi
Namun untuk saat ini, kondisi dalam negeri masih stabil.
“Pasokan cukup dan harga masih terkendali. Ini penting supaya masyarakat tidak khawatir,” ujarnya.
Importir & Pengrajin Kompak Jaga Harga
Dari sisi pelaku usaha, Direktur PT FKS Multi Agro Tbk, Tjung Hen Sen, menyebut harga di lapangan masih wajar.
- Importir: sekitar Rp 10.100 – Rp 10.300/kg
- Pengrajin: sekitar Rp 10.500 – Rp 11.000/kg
Artinya, masih jauh di bawah batas HAP.
Sementara itu, Sekjen Gakoptindo, Wibowo Nurcahyo, memastikan harga tahu dan tempe tetap stabil.
“Kami jamin tidak naik, paling hanya penyesuaian ukuran. Harga masih di kisaran Rp 12.000–Rp 13.000,” katanya.
Pemerintah: Jangan Ambil Untung Berlebihan
Secara terpisah, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengingatkan importir agar tidak mengambil keuntungan berlebihan.
“Naik boleh, tapi jangan sampai menekan masyarakat yang membutuhkan,” tegasnya.
Dorong Produksi Lokal
Pemerintah juga mulai gas program pengembangan kedelai dalam negeri seluas 37.500 hektare, supaya ke depan nggak terlalu bergantung pada impor.
Intinya
- Harga kedelai masih aman dan terkendali
- Tahu tempe dipastikan tidak naik signifikan
- Pemerintah, importir, dan pengrajin sepakat jaga stabilitas
Jadi, untuk sekarang, tahu tempe masih aman di kantong masyarakat.
(Anton)




















































