SUARAINDONEWS.COM, Jakarta – Jelang Lebaran 1447 H, dapur ekonomi nasional ikut dipanaskan. Pemerintah memastikan daya beli rakyat tidak boleh kendor. Atas arahan Presiden Prabowo Subianto, berbagai stimulus ekonomi digelontorkan agar momen Hari Raya bukan cuma soal ketupat dan opor, tapi juga jadi mesin penggerak pertumbuhan kuartal pertama 2026.
Angkanya tidak main-main. Total Rp55 triliun disiapkan untuk Tunjangan Hari Raya (THR) bagi ASN, TNI/Polri, hingga pensiunan. THR ini ditegaskan cair 100 persen penuh, mencakup gaji pokok dan tunjangan sesuai aturan. Pemerintah juga mengingatkan bahwa THR berbeda dengan gaji ke-13 yang baru akan cair pertengahan tahun.
Sektor swasta pun tidak luput dari sorotan. THR wajib dibayarkan penuh dan tidak boleh dicicil, paling lambat H-7 sebelum Lebaran. Dengan data jutaan pekerja terdaftar, suntikan dana ini diperkirakan akan memicu lonjakan konsumsi nasional, dari pusat perbelanjaan sampai pasar tradisional.
Yang tak kalah jadi perhatian adalah Bonus Hari Raya (BHR) untuk para mitra ojek online. Pemerintah mengawal komunikasi dengan aplikator agar bonus benar-benar cair sebelum Lebaran. Total ratusan miliar rupiah disiapkan untuk ratusan ribu mitra pengemudi, supaya mereka juga bisa ikut merayakan Hari Raya dengan lebih lega.
Bukan cuma soal uang tunai, stimulus lain juga ikut ditaburkan. Diskon transportasi untuk arus mudik, bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng bagi jutaan keluarga penerima manfaat, hingga kebijakan Work From Anywhere pada tanggal-tanggal tertentu agar mobilitas dan konsumsi tetap optimal.
Narasinya jelas: Lebaran tahun ini bukan sekadar momen spiritual dan keluarga, tapi juga panggung besar menjaga daya beli dan memutar roda ekonomi. Pemerintah ingin memastikan amplop THR bukan hanya dinanti, tapi benar-benar terasa dampaknya di pasar, di jalanan, dan di dompet masyarakat.
(Anton)




















































