SUARAINDONEWS.COM, Jakarta – Punya mimpi punya paspor kedua tanpa harus pindah rumah, pindah negara, apalagi menikah dengan warga lokal? Tenang, dunia ternyata menyimpan jalan pintas yang jarang dibahas tapi bikin banyak orang langsung melirik: cukup donasi, kewarganegaraan bisa datang sendiri.
Ya, ini bukan hoaks atau cerita film. Beberapa negara di dunia memang punya program resmi bernama Citizenship by Investment (CBI), alias kewarganegaraan lewat jalur donasi. Tanpa harus tinggal bertahun-tahun, tanpa beli rumah mewah, dan tanpa ribet urusan cinta lintas negara.
Caranya simpel tapi eksklusif. Calon warga negara cukup menyumbangkan dana ke pemerintah atau program pembangunan nasional. Setelah lolos proses administrasi dan pemeriksaan ketat, paspor baru pun bisa resmi jadi milikmu.
Murah? Relatif. Praktis? Jelas!
Dibandingkan harus beli properti atau investasi jutaan dolar, jalur donasi ini dianggap lebih praktis dan transparan. Tapi jangan salah, uang yang disetor bukan modal bisnis. Tidak ada imbal hasil, tidak bisa ditarik, dan murni donasi.
Meski begitu, bagi mereka yang berasal dari negara dengan paspor “kurang sakti” dan sering ribet urus visa, CBI jadi solusi cepat untuk punya paspor kedua yang lebih fleksibel.
Kenapa Negara Mau? Ini Alasannya
Bagi negara-negara kecil, khususnya negara kepulauan, donasi dari program CBI adalah sumber pemasukan yang sangat penting. Dana tersebut digunakan untuk membangun infrastruktur, layanan publik, pendidikan, kesehatan, hingga bantuan sosial bagi warga lokal.
Tak heran jika kawasan Karibia jadi pusat utama program kewarganegaraan lewat donasi. Setidaknya ada lima negara di wilayah ini yang aktif menawarkan skema CBI.
Deretan Negara yang Siap Terima Donasi, Paspor Menyusul
Antigua & Barbuda
Negara tropis ini menawarkan kewarganegaraan dengan donasi sekitar USD230 ribu untuk keluarga hingga empat orang ke Dana Pembangunan Nasional. Opsi lain, menyumbang ke dana pendidikan universitas regional.
Dominika
Melalui Dana Diversifikasi Ekonomi, pelamar tunggal bisa mengajukan kewarganegaraan dengan donasi mulai USD200 ribu. Dana ini digunakan untuk proyek publik seperti kesehatan, pendidikan, hingga pariwisata.
Grenada
Grenada menawarkan jalur donasi ke Dana Transformasi Nasional dengan nilai sekitar USD235 ribu untuk pemohon tunggal atau keluarga kecil.
St. Kitts & Nevis
Disebut sebagai pelopor program CBI, negara ini menetapkan donasi mulai USD250 ribu melalui program Kontribusi Negara Pulau Berkelanjutan.
St. Lucia
Lewat Dana Ekonomi Nasional, St. Lucia membuka jalur kewarganegaraan dengan donasi sekitar USD240 ribu.
Tak Cuma Karibia, Negara Ini Juga Ikut Main
Di luar Karibia, ada juga negara kecil yang ikut membuka jalur serupa, seperti Vanuatu, Nauru, serta Sao Tome dan Príncipe. Bahkan, di beberapa negara, donasi dimulai dari kisaran USD90 ribu, dengan waktu proses yang relatif singkat.
Tertarik? Jangan Asal Donasi
Meski terlihat mudah, jalur ini bukan transaksi sembarangan. Ada beberapa hal penting yang wajib diperhatikan calon pelamar.
Pertama, semua proses harus lewat agen resmi dan berlisensi. Jangan tergoda tawaran murah atau janji instan.
Kedua, tidak ada jaminan pasti lolos. Pemeriksaan latar belakang dilakukan ketat dan pengajuan bisa ditolak.
Ketiga, proses butuh waktu. Rata-rata memakan waktu empat sampai enam bulan, meski ada negara yang lebih cepat.
Di era global ini, paspor ternyata bukan cuma soal tempat lahir. Bagi yang punya dana dan ingin akses global lebih luas, donasi bisa jadi jalan pintas menuju kewarganegaraan baru. Tapi ingat, ini bukan gaya-gayaan—ini keputusan besar yang menyangkut status hukum seumur hidup.
Paspor baru memang menggoda, tapi prosesnya tetap harus dijalani dengan kepala dingin.
(Anton)




















































