SUARAINDONEWS.COM, Jakarta – Lembaga riset BMI memproyeksikan Indonesia akan kembali mendominasi lanskap energi regional sebagai penopang utama pertumbuhan produksi Liquefied Natural Gas (LNG) di kawasan Asia Pasifik setelah tahun 2030.
Optimisme ini didorong oleh keberhasilan revitalisasi lapangan gas yang telah ada, serta penemuan sejumlah cadangan raksasa (giant discovery), khususnya di wilayah Kalimantan Timur.
Kebangkitan Produksi Gas Nasional
Laporan terbaru BMI menunjukkan bahwa Indonesia tengah memasuki fase transformasi energi, dari tren penurunan produksi menuju ekspansi yang signifikan. Salah satu faktor utama pendorong pertumbuhan ini adalah percepatan pengembangan di Cekungan Kutai, yang kini menjadi pusat perhatian investor global.
Analis BMI menyatakan bahwa Indonesia memiliki posisi strategis untuk mengisi kekosongan pasokan LNG global pada dekade mendatang. Dengan dukungan infrastruktur yang telah tersedia, seperti Kilang LNG Bontang, serta penemuan lapangan baru, Indonesia dinilai berpotensi memimpin pertumbuhan kapasitas produksi LNG di Asia Tenggara.
Investasi Besar Eni di Kalimantan Timur
Sejalan dengan proyeksi tersebut, perusahaan energi asal Italia, Eni, telah menetapkan Keputusan Investasi Akhir (Final Investment Decision/FID) senilai Rp255 triliun atau setara 15 miliar dolar Amerika Serikat pada pertengahan Maret 2026.
Investasi ini difokuskan pada pengembangan terintegrasi di Kalimantan Timur, yang meliputi:
- Pengembangan Geng North dan Indonesia Deepwater Development (IDD), proyek laut dalam yang ditargetkan mulai berproduksi pada 2027 hingga 2028.
- Penemuan sumur Konta-1 di wilayah kerja Muara Bakau, dengan estimasi cadangan mencapai 1 triliun kaki kubik (Tcf), yang memperkuat basis sumber daya gas jangka panjang.
- Optimalisasi Kilang LNG Badak di Bontang melalui rencana pengaktifan kembali hingga lima train untuk mengolah gas dari blok North Ganal dan wilayah sekitarnya.
Dampak Ekonomi dan Ketahanan Energi
Kepala SKK Migas menyampaikan bahwa peningkatan aktivitas eksplorasi dan produksi telah memberikan dampak positif terhadap ketahanan energi nasional.
Pada tahun 2025, Indonesia tercatat berhasil mencapai swasembada LNG dengan membatalkan rencana impor sebanyak 40 kargo gas, seiring meningkatnya produksi domestik.
Investasi ini diharapkan tidak hanya memperkuat posisi Indonesia sebagai eksportir LNG ke pasar Asia Utara, tetapi juga mendukung ketersediaan pasokan gas untuk kebutuhan hilirisasi industri dalam negeri serta mempercepat transisi energi menuju target Net Zero Emission.
Tentang BMI (Fitch Solutions)
BMI merupakan lembaga riset yang menyediakan analisis risiko negara, industri, serta data pasar keuangan bagi pengambil keputusan di berbagai sektor global.
Tentang Eni di Indonesia
Eni telah beroperasi di Indonesia sejak tahun 2001 dan saat ini mengelola portofolio aset eksplorasi, pengembangan, dan produksi yang signifikan, dengan fokus pada gas alam sebagai energi transisi.
(Anton)



















































