SUARAINDONEWS. COM, Jakarta – Selama ini Greenland sering muncul di benak banyak orang sebagai pulau putih raksasa di ujung dunia. Sepi, dingin, dan rasanya jauh dari urusan ekonomi global. Tapi tunggu dulu. Di balik hamparan es yang kelihatannya kosong, Greenland ternyata menyimpan “rahasia besar” yang membuat ilmuwan, investor, dan negara-negara maju diam-diam melirik.
Seorang geolog bernama Jonathan Paul, dosen Earth Science dari Royal Holloway University of London, menyebut Greenland sebagai museum geologi hidup. Maksudnya bukan karena ada loket tiket atau pemandu wisata, tapi karena pulau ini merekam perjalanan Bumi selama sekitar 4 miliar tahun. Dari catatan panjang itulah lahir kombinasi proses alam yang sangat jarang terjadi di satu tempat.
Singkatnya, Greenland itu seperti gudang raksasa yang isinya campur aduk: emas, mineral langka, hingga potensi minyak dan gas dalam jumlah bikin melongo.
Di era dunia sedang sibuk pindah ke energi hijau, kebutuhan bahan baku seperti lithium dan unsur tanah jarang ikut melonjak. Material ini adalah tulang punggung baterai kendaraan listrik, panel surya, sampai turbin angin. Nah, Greenland disebut-sebut punya simpanan rare earth elements dalam jumlah sangat besar. Bahkan ada tiga endapan raksasa yang terkubur jauh di bawah es dan diperkirakan termasuk yang terbesar di dunia berdasarkan volumenya.
Artinya, kalau suatu hari es itu bisa ditembus dan teknologinya memungkinkan, Greenland bisa menjadi salah satu pemasok bahan baku utama teknologi masa depan.
Belum cukup sampai di situ, Greenland juga punya potensi hidrokarbon kelas berat. Perkiraan dari US Geological Survey menyebut wilayah timur laut Greenland menyimpan sekitar 31 miliar barel setara minyak. Angka ini sebanding dengan total cadangan minyak mentah terbukti milik Amerika Serikat.
Yang bikin tambah bikin penasaran, wilayah Greenland yang bebas es ternyata kurang dari seperlima total luas pulau. Padahal area yang sudah terbuka saja luasnya hampir dua kali Inggris. Sisanya? Masih tertutup es tebal hingga kilometer. Secara sederhana, bisa dibilang masih banyak “tabungan alam” yang belum pernah disentuh manusia.
Lalu kenapa Greenland bisa sekaya itu?
Menurut para ahli, kuncinya ada pada tiga mesin geologi yang pernah bekerja di sana. Pertama, pembentukan pegunungan akibat tumbukan lempeng, yang sering menghasilkan emas dan logam bernilai tinggi. Kedua, rifting atau peregangan kerak Bumi, yang menciptakan cekungan sedimen tempat minyak dan gas terbentuk. Ketiga, aktivitas vulkanik, yang membawa unsur-unsur langka dari dalam mantel Bumi ke dekat permukaan.
Biasanya, satu wilayah hanya mengalami satu atau dua dari proses tersebut. Greenland kebetulan kebagian paket lengkap.
Jadi, Greenland sebenarnya bukan cuma pulau es sunyi. Ia adalah brankas raksasa Bumi yang terkunci es. Pertanyaannya sekarang bukan lagi apakah Greenland punya harta karun, melainkan siapa yang kelak paling siap membuka kuncinya.
(Anton)




















































