SUARAINDONEWS.COM, Brebes – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meninjau penanganan pascabanjir yang menggenangi ruas jalan nasional Ketanggungan–Pejagan di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, sekaligus mengarahkan percepatan pengerukan muara Sungai Babakan sebagai langkah utama mengurangi risiko banjir berulang.
Sebelumnya, genangan terjadi di beberapa titik, antara lain di sekitar Pertigaan Ketanggungan, Overpass Tol Pejagan, serta Desa Kemurang dengan total panjang terdampak lebih dari 2 kilometer.
Sebagai langkah tanggap darurat, Kementerian PU melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung telah melakukan pengeringan genangan air dari badan jalan menggunakan pompa selama kurang lebih 6 jam. Selain itu, dilakukan penutupan sumber-sumber genangan dengan menggunakan sekitar 550 karung sandbag, serta pengerahan alat berat berupa truck crane guna mempercepat penanganan di lokasi terdampak. Saat ini kondisi genangan telah berangsur surut dan akses jalan kembali dapat dilalui.
Menteri Dody menegaskan bahwa penanganan banjir tidak hanya dilakukan di badan jalan, tetapi harus menyasar sistem aliran sungai, khususnya di bagian hilir.
“Pengalaman kita di Aceh, untuk sungai dengan kondisi seperti ini, penanganan paling cepat adalah dengan membereskan bagian muaranya terlebih dahulu. Aliran air harus dipercepat menuju laut agar tidak meluap ke jalan,” kata Menteri Dody.
Untuk itu, Menteri Dody mengarahkan agar pengerukan dan penanganan muara Sungai Babakan diprioritaskan lebih awal, meskipun program penanganan sungai secara keseluruhan direncanakan dalam skema multiyears. Langkah ini diharapkan dapat segera mengurangi limpasan air ke jalan nasional, terutama menjelang musim hujan berikutnya.
Selain pengerukan, Menteri Dody juga menekankan pentingnya pembangunan struktur pengaman berupa jeti di sisi kanan dan kiri muara guna mencegah sedimentasi kembali masuk ke badan sungai serta menjaga kelancaran aliran air menuju laut.
“Pembersihan muara tidak cukup hanya dikeruk, tetapi harus dilengkapi dengan pembangunan jeti agar sedimen tidak kembali masuk ke sungai. Dengan begitu aliran bisa lebih lancar dan risiko banjir berkurang,” tambahnya.
Penanganan muara Sungai Babakan ditargetkan dapat diselesaikan pada akhir tahun 2026 agar manfaatnya segera dirasakan dalam mengurangi potensi banjir yang berdampak pada konektivitas jalan nasional.
Sebagai bagian dari upaya berkelanjutan, Kementerian PU juga melakukan pengendalian banjir di wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) Babakan melalui normalisasi Sungai, perkuatan tebing sungai, serta Pembangunan fasilitas pengendali banjir lainnya guna meningkatkan kapasitas aliran sungai dan mengurangi risiko luapan saat curah hujan tinggi.
(Anton)




















































