SUARAINDONEWS.COM, Jakarta — Umat Islam di seluruh dunia diperkirakan akan mengalami bulan Ramadan sebanyak dua kali dalam satu tahun kalender Masehi pada 2030. Fenomena ini terjadi karena perbedaan sistem perhitungan antara kalender Hijriah dan kalender Masehi.
Berdasarkan perhitungan kalender Islam, 1 Ramadan 1451 Hijriah diperkirakan jatuh sekitar 5 Januari 2030. Sementara itu, 1 Ramadan 1452 Hijriah diperkirakan akan dimulai sekitar 26 Desember 2030. Dengan demikian, dalam satu tahun kalender Masehi 2030, akan terdapat dua awal bulan Ramadan.
Perbedaan ini terjadi karena kalender Hijriah menggunakan sistem lunar (pergerakan bulan) dengan panjang tahun sekitar 354 atau 355 hari. Sementara kalender Masehi menggunakan sistem solar (pergerakan matahari) dengan panjang tahun 365 atau 366 hari. Selisih sekitar 10–11 hari setiap tahun menyebabkan bulan Ramadan terus bergeser lebih awal dalam kalender Masehi.
Akibat pergeseran tersebut, dalam siklus sekitar 32 hingga 33 tahun, Ramadan dapat muncul dua kali dalam satu tahun kalender Gregorian. Fenomena serupa sebelumnya pernah terjadi pada tahun 1997 dan 1965, dan diperkirakan akan kembali terulang sekitar tahun 2063.
Pada 2030, umat Islam diperkirakan akan menjalani sekitar 30 hari puasa pada Januari–Februari 2030 (Ramadan 1451 H), serta beberapa hari awal Ramadan 1452 H pada akhir Desember 2030. Total hari puasa dalam tahun tersebut diperkirakan mencapai sekitar 35–36 hari, tergantung pada hasil rukyatul hilal dan keputusan resmi otoritas keagamaan di masing-masing negara.
Perlu dicatat bahwa tanggal pasti awal Ramadan tetap akan ditetapkan berdasarkan metode yang berlaku di tiap negara, baik melalui rukyat (pengamatan hilal) maupun hisab (perhitungan astronomi).
Fenomena dua kali Ramadan dalam satu tahun Masehi bukanlah peristiwa luar biasa secara astronomis, melainkan konsekuensi alami dari sistem kalender yang berbeda. Hal ini menjadi pengingat bahwa kalender Hijriah bergerak dinamis terhadap kalender Masehi, sehingga siklus ibadah seperti puasa dan Idul Fitri terus bergeser sepanjang musim dalam rentang waktu puluhan tahun.
Informasi lebih lanjut mengenai penetapan resmi awal Ramadan 2030 akan diumumkan mendekati waktu pelaksanaannya oleh otoritas keagamaan masing-masing negara.
(Anton)




















































