SUARAINDONEWS.COM, Dubai – Kalau selama ini taksi tanpa sopir cuma jadi adegan film sci-fi, sekarang ceritanya beda. Dubai resmi punya Robotaxi! WeRide bersama Uber Technologies, berkolaborasi dengan Roads and Transport Authority (RTA) Dubai, meluncurkan layanan Robotaxi otonom yang kini sudah bisa dipesan langsung lewat aplikasi Uber.
Bukan wacana, bukan prototipe pajangan. Robotaxi WeRide sudah terbuka untuk umum dan beroperasi di kawasan Umm Suqeim dan Jumeirah, dua area wisata favorit dekat pantai yang selalu ramai turis dan warga lokal. Tinggal buka aplikasi Uber, pilih menu “Autonomous”, dan bersiap dijemput mobil yang melaju tanpa sopir. Duduk manis, tanpa setir, tanpa obrolan basa-basi.
Untuk urusan operasional armada, WeRide menunjuk Tawasul sebagai operator utama yang menangani manajemen kendaraan di platform Uber. Semua disiapkan rapi demi satu tujuan: menghadirkan pengalaman naik taksi masa depan yang aman dan nyaman.
Peluncuran ini bukan hasil coba-coba. Sejak April lalu, WeRide dan Uber sudah menjalani uji coba intensif untuk memastikan teknologi ini benar-benar siap turun ke jalan. Saat ini, Robotaxi masih ditemani spesialis kendaraan di dalam mobil sebagai langkah pengamanan. Tapi jangan salah, ini cuma tahap pemanasan. Target besarnya adalah layanan komersial sepenuhnya tanpa pengemudi pada awal 2026.
Sebagai kota dengan lebih dari 4 juta penduduk, Dubai memang tak pernah main-main soal mobilitas. Sepanjang 2024, total perjalanan transportasi publik, ride-hailing, dan taksi mencapai 153 juta perjalanan. Pengguna layanan mobilitas berbasis aplikasi pun melonjak 28 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Robotaxi pun hadir sebagai jawaban atas padatnya permintaan transportasi modern.
Lebih dari itu, langkah ini sejalan dengan ambisi besar Dubai yang menargetkan 25 persen perjalanan bersifat otonom pada 2030. Artinya, taksi tanpa sopir bukan lagi hal aneh di masa depan, tapi akan jadi pemandangan sehari-hari.
CFO dan Head of International WeRide, Jennifer Li, menyebut kehadiran Robotaxi di Dubai sebagai hasil dari teknologi otonom yang telah diuji dan divalidasi secara global. WeRide menargetkan pengoperasian puluhan ribu Robotaxi di seluruh dunia pada 2030, dengan Timur Tengah sebagai salah satu pasar utama.
Sementara itu, Uber menyebut Dubai sebagai kota ideal untuk pengembangan transportasi masa depan berkat regulasi progresif dan dukungan pemerintah. Saat ini, WeRide telah mengoperasikan hampir 150 kendaraan otonom di Timur Tengah, lebih dari 100 unit di antaranya adalah Robotaxi.
Kesimpulannya satu: naik taksi tanpa sopir kini bukan lagi mimpi, tapi kenyataan di jalanan Dubai. Masa depan transportasi sudah datang—dan ia melaju tanpa menyentuh setir.
(Anton)




















































