SUARAINDONEWS.COM, Paris – Industri mobilitas mikro kembali bikin gebrakan. Tier Mobility, raksasa penyedia e-skuter sewaan yang telah beroperasi di London, Milton Keynes, dan Essex, resmi menguji e-skuter yang dapat diakses pengguna kursi roda. Uji coba dilakukan di Saint-Quentin-en-Yvelines, dekat Versailles, Prancis, dan disebut-sebut sebagai langkah serius menuju transportasi mikro yang lebih inklusif.
E-skuter yang diuji bukan sekadar modifikasi biasa. Kendaraan ini menggunakan sistem pemasangan universal yang dikembangkan oleh start-up Prancis Omni, memungkinkan kursi roda terpasang langsung ke unit e-skuter. Konsepnya sederhana namun berdampak besar: memberi kebebasan bergerak lebih luas bagi mereka yang memiliki keterbatasan mobilitas.
Omni mengklaim perangkatnya kompatibel dengan sekitar 95 persen e-skuter di pasaran. Bahkan, perusahaan menyebut solusi ini jauh lebih terjangkau dibandingkan attachment listrik tradisional untuk kursi roda yang bisa menembus biaya sekitar £4.000.
Dalam uji coba bersama di Saint-Quentin-en-Yvelines, pengguna kursi roda dapat langsung menyewa dan mengoperasikan e-skuter yang telah disesuaikan tersebut. Ini menjadi salah satu eksperimen paling konkret dalam mendorong aksesibilitas di sektor mobilitas mikro.
Data internal Tier menunjukkan bahwa satu dari sepuluh pengguna e-skuter mereka mengidentifikasi memiliki bentuk disabilitas tertentu. Fakta ini menjadi dorongan kuat bagi perusahaan untuk memperluas inovasi aksesibilitas.
Tier kini tengah berdiskusi untuk menghadirkan unit serupa di kota-kota Prancis lain seperti Bordeaux dan Lyon. Lebih jauh lagi, perusahaan menyatakan ambisi memperluas kemitraan ini ke pasar di luar Prancis — termasuk London — dalam waktu dekat.
Bos Tier Inggris, Georgia Yexley, menegaskan bahwa aksesibilitas bukan lagi opsi tambahan, melainkan keharusan.
“Mempertimbangkan aksesibilitas untuk layanan mobilitas apa pun sangat penting — dan mobilitas mikro tidak terkecuali. Layanan harus terus dikembangkan agar semakin inklusif dari waktu ke waktu. Kolaborasi kami dengan Omni menunjukkan bagaimana industri ini bisa bereaksi terhadap tantangan dan membuat mobilitas mikro benar-benar untuk semua orang,” ujarnya.
Omni sendiri juga menggandeng operator e-skuter lain, Dott, untuk menguji konsep serupa di wilayah Paris lainnya.
Langkah ini menandai babak baru dalam evolusi e-skuter: dari sekadar alat transportasi alternatif menjadi simbol mobilitas inklusif. Jika berhasil diperluas ke kota-kota besar seperti London, bukan tidak mungkin trotoar Eropa akan segera menyaksikan perubahan besar — di mana kebebasan bergerak benar-benar bisa dinikmati semua orang tanpa terkecuali.




















































