SUARAINDONEWS.COM, Berlin – Perusahaan otomotif asal Jerman, Volkswagen, dilaporkan tengah menjajaki kerja sama dengan Rafael Advanced Defense Systems untuk memproduksi komponen sistem pertahanan udara Iron Dome di pabrik Osnabrück, Jerman.
Laporan ini pertama kali diungkap oleh Financial Times dan diperkuat sejumlah media internasional. Rencana tersebut merupakan bagian dari upaya Volkswagen untuk mengoptimalkan penggunaan fasilitas produksinya di tengah tekanan industri otomotif global.
Pabrik Osnabrück saat ini diketahui memiliki kapasitas produksi terbatas dan tengah dievaluasi untuk masa depan operasionalnya. Dalam skenario kerja sama tersebut, fasilitas tersebut berpotensi dialihkan dari produksi kendaraan menjadi manufaktur komponen pendukung sistem pertahanan, seperti kendaraan peluncur dan peralatan teknis lainnya.
Meski demikian, Volkswagen menegaskan bahwa pembahasan masih berada pada tahap awal dan belum ada keputusan final terkait implementasi proyek tersebut. Perusahaan juga menyatakan tidak akan memproduksi senjata secara langsung, melainkan hanya mempertimbangkan produksi komponen pendukung.
Langkah ini mencerminkan tren global di mana sejumlah perusahaan industri mulai melakukan diversifikasi bisnis ke sektor pertahanan, seiring meningkatnya permintaan akibat ketegangan geopolitik di berbagai kawasan dunia.
Sistem Iron Dome sendiri dikenal sebagai teknologi pertahanan udara yang digunakan untuk mencegat roket jarak pendek dan telah menjadi bagian penting dari sistem keamanan Israel.
Hingga saat ini, belum ada kepastian terkait waktu pelaksanaan maupun skala produksi apabila kerja sama tersebut terealisasi.
(Anton)




















































