SUARAINDONEWS.COM, Jakarta — Drone pengintai milik Amerika Serikat jenis MQ-4C Triton tiba-tiba hilang di langit Selat Hormuz saat menjalankan misi patroli.
Kejadian ini langsung bikin heboh karena terjadi hanya sekitar sehari setelah kesepakatan damai antara AS dan Iran mulai berlaku. Situasi yang tadinya sudah agak tenang, mendadak kembali tegang.
Data dari ItaMilRadar menyebut drone dengan kode VVPE804 itu awalnya terbang normal dari Sisilia menuju kawasan Teluk. Tapi tiba-tiba, di ketinggian sekitar 40.000 kaki, drone tersebut terdeteksi turun drastis dan sempat mengirim sinyal darurat sebelum akhirnya hilang kontak.
Sampai sekarang, keberadaan drone tersebut belum diketahui. Pihak Pentagon dan CENTCOM juga belum memberikan penjelasan resmi, yang bikin spekulasi makin liar.
Ada dua dugaan yang paling banyak dibahas. Pertama, kemungkinan terjadi kerusakan teknis serius yang bikin drone kehilangan kendali. Kedua, dugaan gangguan perang elektronik seperti jamming atau spoofing GPS, yang memang sering terjadi di kawasan konflik seperti Selat Hormuz.
Kalau benar karena gangguan sinyal, bukan tidak mungkin drone itu sebenarnya masih terbang, tapi tidak bisa terlacak karena sistem navigasinya terganggu.
Insiden ini lagi-lagi menunjukkan kalau wilayah Selat Hormuz masih jadi salah satu titik paling rawan di dunia, baik secara militer maupun geopolitik. Sampai sekarang, semua masih menunggu penjelasan resmi dari pihak Amerika soal apa sebenarnya yang terjadi.
(Anton)



















































