SUARAINDONEWS.COM, Jakarta — Rencana pembongkaran tiang monorel mangkrak di Jakarta kembali bikin publik angkat alis. Bukan cuma soal tiangnya, tapi juga soal anggaran jumbo Rp 100 miliar yang disiapkan Pemprov DKI Jakarta. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung pun angkat bicara dan menegaskan: uang sebesar itu bukan cuma buat bongkar tiang.
“Kalau hanya bongkar tiang monorel, biayanya kecil,” ujar Pramono. Ia menegaskan, dana Rp 100 miliar itu sekalian untuk menata jalan, khususnya di kawasan Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, yang selama bertahun-tahun ‘dihantui’ tiang monorel tak bertuan.
Pernyataan ini langsung jadi bahan perbincangan. Pasalnya, selama ini publik menilai tiang-tiang monorel tersebut hanya jadi penyumbang kemacetan dan pemandangan kumuh di salah satu kawasan bisnis paling sibuk di Jakarta.
Menurut Pramono, pembongkaran tidak dilakukan setengah-setengah. Setelah tiang dicopot, jalan akan ditata ulang, mulai dari badan jalan, trotoar, hingga fasilitas pendukung seperti penerangan dan kenyamanan pejalan kaki. “Jangan sampai tiangnya hilang, tapi jalannya tetap semrawut,” tegasnya.
Informasi yang beredar menyebutkan, ada sekitar 98 tiang monorel yang akan dibongkar. Targetnya, proyek pembongkaran sekaligus penataan kawasan ini dituntaskan pada 2026. Pemerintah ingin memastikan kawasan Rasuna Said benar-benar kembali fungsional, bukan sekadar bersih dari beton tua.
Menariknya, sejumlah pihak menyebut biaya pembongkaran fisik tiang saja sebenarnya tidak sampai puluhan miliar rupiah. Angka Rp 100 miliar dinilai masuk akal karena mencakup revitalisasi kawasan secara menyeluruh, bukan sekadar pekerjaan bongkar-pasang.
Di lapangan, warga dan pengguna jalan menyambut positif rencana ini. Banyak yang berharap pembongkaran tiang monorel mangkrak bisa mengurai kemacetan dan mengembalikan wajah modern Jakarta Selatan. “Itu kan titik macet dari dulu,” kata salah satu warga yang setiap hari melintas di Rasuna Said.
Seperti diketahui, proyek monorel Jakarta merupakan warisan proyek mangkrak sejak awal 2000-an. Bertahun-tahun berdiri tanpa fungsi, tiang-tiang tersebut akhirnya masuk daftar prioritas untuk ditertibkan.
Kini publik menanti realisasi janji tersebut. Apakah Rp 100 miliar benar-benar mengubah wajah Rasuna Said, atau justru kembali jadi gosip panjang soal proyek kota? Waktu yang akan menjawab.
(Anton)




















































