SUARAINDONEWS.COM, Aceh – Curah hujan yang cukup deras sejak Junat (2/1/2026) sore menyebabkan longsoran baru terjadi pada ruas jalan nasional penghubung Gayo Lues–Aceh Tenggara. Longsor susulan ini terjadi di beberapa titik dan sempat mengganggu kelancaran lalu lintas masyarakat.
Menindaklanjuti kondisi tersebut, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh bergerak cepat melakukan penanganan agar konektivitas wilayah tetap terjaga. Saat ini telah dimobilisasi alat berat dan personel tanggap darurat untuk mempercepat penanganan.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan bahwa pemulihan konektivitas menjadi prioritas utama dalam penanganan pascabencana.
“Konektivitas jalan dan jembatan adalah urat nadi kehidupan masyarakat dan perekonomian daerah. Karena itu, kami terus memastikan seluruh ruas jalan nasional di Aceh dapat dilalui dengan dukungan personel dan alat berat, penanganan kami percepat agar aktivitas masyarakat dapat kembali normal,” kata Menteri Dody.
“Dengan upaya maksimal di lapangan, diharapkan Ruas Jalan Gayo Lues–Aceh Tenggara dapat kembali normal selambat-lambatnya pada 7 Januari 2026 pukul 15.00 WIB,” ujar Menteri Dody.
BPJN Aceh sejak jumat, bersama mitra kerja telah memobilisasi alat berat ke lokasi terdampak. Saat ini, sebanyak 8 unit excavator, 2 unit dozer, dan 4 unit loader telah bekerja untuk membersihkan material longsoran dan membuka kembali akses jalan. Penanganan difokuskan pada titik-titik dengan tingkat kerusakan paling parah guna mempercepat pemulihan fungsi jalan.
Kepala BPJN Aceh Heri Yugiantoro menyampaikan bahwa upaya penanganan darurat terus dilakukan secepat mungkin. Adapun ruas yang terdampak longsor sejak semalam meliputi segmen Tetunpun sepanjang kurang lebih 200 meter yang telah berhasil difungsionalkan kembali pada hari ini (3/1/2026) pukul 14.00 WIB.
“Sementara itu, di segmen Tangsaran sepanjang sekitar 300 meter masih terdapat runtuhan dan longsoran yang tengah dalam proses penanganan,” kata Heri.
Selanjutnya pada segmen Begade sepanjang kurang lebih 60 meter, jalan yang tertutup total akibat longsoran batuan besar sudah fungsional. Saat ini sedang dilakukan penanganan batu yang menutup jalan dengan alat breaker dan tambahan dua unit breaker sedang didatangkan dari Medan.
Saat ini, Kementerian PU juga terus mengintensifkan penanganan infrastruktur konektivitas pascabencana di seluruh wilayah Aceh terdampak. Sebanyak 811 personel gabungan yang terdiri dari petugas Kementerian PU, BUMN Karya, serta dukungan pemerintah daerah dan TNI terus bekerja secara bergantian di lapangan untuk memastikan penanganan berjalan cepat dan aman.
Selain itu, Kementerian PU juga menurunkan 145 unit alat berat yang tersebar di berbagai titik terdampak bencana di Aceh. Alat berat tersebut meliputi 67 unit ekskavator, 48 unit dump truck, 12 unit wheel loader, 6 unit crane, serta 12 unit peralatan pendukung lainnya. Langkah ini merupakan bentuk komitmen Kementerian PU untuk memastikan aksesibilitas dan keselamatan pengguna jalan tetap terjaga, sekaligus mendukung aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat di wilayah terdampak bencana.
(Anton)




















































