SUARAINDONEWS.COM, Jakarta — Situasi Timur Tengah memanas setelah Iran melancarkan serangan balasan besar-besaran terhadap sejumlah aset militer dan diplomatik Amerika Serikat di kawasan. Serangan tersebut terjadi setelah Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dilaporkan tewas dalam operasi gabungan Amerika Serikat dan Israel akhir pekan lalu.
Pasukan Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menargetkan berbagai fasilitas strategis milik Amerika Serikat di Timur Tengah. Meski demikian, Teheran menegaskan bahwa serangan tersebut tidak ditujukan kepada negara-negara Arab.
“Kami tidak menargetkan negara-negara Arab di kawasan Timur Tengah. Target kami adalah pangkalan militer yang digunakan untuk menyerang Iran,” ujar Kepala Keamanan Iran, Ali Larijani, melalui akun media sosial X, Senin.
Berikut sejumlah aset milik Amerika Serikat yang dilaporkan menjadi sasaran serangan Iran:
1. Kedutaan Besar AS di Arab Saudi
Serangan drone menghantam fasilitas diplomatik Kedutaan Besar Amerika Serikat di Riyadh, Arab Saudi, pada Selasa (3/3). Kementerian Pertahanan Saudi melaporkan adanya kebakaran di sekitar kompleks kedutaan dan kerusakan material ringan. Tidak ada korban jiwa karena kantor dalam kondisi kosong saat kejadian.
Menariknya, laporan otoritas Saudi menyebut jumlah drone yang menargetkan Kedubes AS di Riyadh lebih banyak dibandingkan serangan terhadap aset Amerika lainnya di kawasan Teluk.
2. Markas CIA di Riyadh
Sumber keamanan menyebut markas Badan Intelijen Pusat (CIA) yang berada di dalam kompleks Kedutaan Besar AS di Riyadh juga terkena dampak serangan drone. Meski demikian, belum ada indikasi bahwa fasilitas intelijen tersebut menjadi target utama serangan.
3. Pangkalan Militer AS di Bahrain
Korps Garda Revolusi Islam Iran juga melancarkan serangan drone dan rudal ke pangkalan udara Amerika Serikat di wilayah Sheikh Isa, Bahrain. Media pemerintah Iran melaporkan sebanyak 20 drone dan tiga rudal diluncurkan dalam operasi tersebut dengan tujuan menghancurkan pusat komando utama pangkalan militer AS.
4. Pangkalan Militer AS di Irak dan Kuwait
Iran mengklaim telah meluncurkan sekitar 230 drone ke sejumlah pangkalan militer Amerika di kawasan, termasuk pangkalan di Erbil, Irak. Selain itu, serangan juga dilaporkan menghantam Pangkalan Udara Ali Al Salem serta Kamp Arifjan di Kuwait.
Teheran menyebut operasi ini sebagai “langkah pertama dari serangan kuat” dalam eskalasi konflik yang sedang berlangsung.
5. Kapal Perusak AS di Samudra Hindia
Dalam operasi militer yang dinamakan True Promise 4, IRGC mengklaim menembakkan rudal ke kapal perusak Amerika Serikat yang sedang mengisi bahan bakar dari kapal tanker di Samudra Hindia, sekitar 650 kilometer selatan Iran.
Militer Iran menyebut rudal Qadr-360 dan Talaeiyeh digunakan dalam serangan tersebut dan menyebabkan kebakaran hebat pada dua kapal.
6. Jet Tempur F-15 dan Drone Hermes
Militer Iran juga mengklaim berhasil menembak jatuh tiga jet tempur F-15 milik Amerika Serikat di wilayah perbatasan Iran–Kuwait. Selain itu, satu drone Hermes yang diduga milik Amerika Serikat atau Israel juga ditembak jatuh oleh pasukan IRGC di Provinsi Kerman.
Serangan-serangan ini menandai eskalasi serius dalam konflik yang berpotensi memperluas ketegangan di kawasan Timur Tengah. Sejumlah negara kini meningkatkan status siaga militer, sementara komunitas internasional menyerukan penahanan diri guna mencegah konflik berkembang menjadi perang terbuka yang lebih luas.
Hingga kini, pemerintah Amerika Serikat belum memberikan pernyataan resmi terkait klaim serangan yang dilaporkan Iran tersebut.
(Anton)




















































