SUARAINDONEWS.COM, Jakarta – Di tengah riuhnya rilisan pop dengan produksi megah dan narasi penuh sensasi, satu nama baru hadir dengan pendekatan yang lebih tenang namun justru terasa mengena. HIMM, pseudonim dari Himawan Darma, resmi memperkenalkan debut albumnya bertajuk Selamanya—sebuah karya yang memotret cinta sebagai proses tumbuh, bukan sekadar momen manis yang instan.
Dirilis di bawah label Goss Records, album ini menjadi penanda identitas HIMM sebagai solois dengan arah musikal yang matang dan personal. Bukan kumpulan single yang berdiri sendiri, sembilan lagu di dalamnya dirancang seperti satu buku harian emosional—mengalir dari keyakinan, penantian, kehilangan, hingga keberanian untuk membuka hati kembali.
Album dibuka dengan lagu “Selamanya”, sebuah love anthem dewasa yang memandang pernikahan bukan sebagai akhir dongeng, melainkan keputusan sadar dua insan yang telah melewati banyak pertimbangan. Dari sana, pendengar diajak masuk ke fase rindu dalam diam lewat “Angan Tentangmu”, nuansa spontan yang ringan di “Aduh Gila”, hingga getirnya patah hati dalam “Terhenti”.

Di lagu “Jika”, HIMM merangkum harapan yang tak selalu menemukan jalannya. Liriknya sederhana, namun justru terasa dekat dengan realitas keseharian—menjadi kekuatan utama dalam gaya penulisan HIMM yang jujur dan reflektif.
Memasuki paruh kedua, suasana album terasa lebih intim. “Pengagummu” berbicara tentang cinta yang tak pernah sempat terucap, sementara “Melawan Sepi” memaknai kesendirian sebagai ruang pendewasaan. “Jauh Tak Kembali” merawat kenangan tanpa ambisi mengulang masa lalu, sebelum akhirnya ditutup dengan “Hey Kamu”, lagu optimistis yang mengajak pendengar berdamai dengan luka dan berani melangkah lagi.
Secara musikal, Selamanya mengusung pop yang bersih dan tak lekang waktu. Aransemen digarap Irwan Kusumajaya yang juga mengisi keyboard, membangun lanskap bunyi yang rapi dan sentimental tanpa terasa berlebihan. Permainan gitar dan bass Roy Ferrynta memberi warna hangat dan organik, sementara proses rekaman hingga mastering dipercayakan kepada Delon Sagita yang menjaga kejernihan suara tetap intim.

Di balik keseluruhan proses kreatif, produser Nina Silvana memberi ruang eksplorasi agar HIMM berkembang tanpa tekanan formula pasar. Hasilnya, Selamanya terdengar seperti catatan harian yang dinyanyikan—bukan ajang pamer teknik vokal atau produksi bombastis, melainkan ruang untuk cerita dan kejujuran rasa.
Sebagai proyek solo dari Himawan Darma, HIMM menempatkan dirinya bukan sekadar penyanyi, tetapi storyteller. Ia memandang cinta bukan dalam hitam-putih, melainkan sebagai spektrum emosi yang kompleks—lengkap dengan ragu, luka, dan proses belajar.

Album Selamanya kini telah tersedia di berbagai platform digital seperti Spotify dan YouTube Music. Melalui debut ini, HIMM memperkenalkan dirinya sebagai suara baru di pop Indonesia yang berani jujur, reflektif, dan relevan dengan generasi yang memaknai cinta sebagai perjalanan panjang, bukan sekadar tujuan akhir.




















































