SUARAINDONEWS.COM, Bekasi — PT Bank Tabungan Negara (BTN) lagi serius ngebut di jalur hijau. Lewat Program Rumah Rendah Emisi, BTN menargetkan pembiayaan hingga 20.000 unit rumah rendah emisi pada 2026, sekaligus memperbesar porsi pembiayaan berkelanjutan.
Direktur Risk Management BTN Setiyo Wibowo bilang, sampai akhir 2025 BTN sudah membiayai sekitar 11.000 rumah rendah emisi yang dibangun developer di berbagai daerah, mulai dari Banten, Bogor, Medan, Semarang, Cirebon, sampai Bekasi.
“Target tahun ini minimal 20.000 unit, kalau bisa tembus 30.000. Sampai 2029 kami ingin capai 150.000 unit dan di 2030 targetnya 200.000 rumah rendah emisi,” kata Setiyo saat media briefing di Perumahan Mutiara Gading City, Bekasi, Rabu (4/2).
Program ini sudah jalan sejak kuartal IV-2024 dan makin berkembang karena melibatkan startup daur ulang plastik. Sampah rumah tangga seperti bungkus mi instan dan sachet sabun diolah jadi material bangunan buat lantai, paving, sampai dinding rumah.
Startup yang terlibat antara lain Rebrick, Plustik, dan Green Brick. Selain bikin rumah lebih ramah lingkungan, kolaborasi ini juga ikut membuka peluang bisnis baru di sektor daur ulang.
BTN juga rutin “mancing” ide segar lewat ajang BTN Housingpreneur. Salah satu alumninya, Plustik, sudah masuk ke proyek rumah rendah emisi bareng developer. Sementara BTN Housingpreneur 2025 yang ditutup Januari 2026 lalu mencatat 1.170 ide masuk dan melahirkan 26 pemenang.
Biar makin banyak developer ikut, BTN nyiapin paket insentif. Salah satunya, suku bunga pembiayaan diturunkan hingga 25 basis poin buat proyek rumah rendah emisi.
Nggak cuma developer, nasabah KPR juga diajak turun tangan lewat program “Bayar Angsuran-Mu Pakai Sampah-Mu”. Lewat program ini, sampah rumah tangga bisa ditukar jadi rupiah buat motong cicilan KPR.
“Kalau dihitung, cicilan bisa turun sekitar 10–15 persen per bulan. Lumayan banget buat nambah napas keuangan rumah tangga,” ujar Setiyo.
Program ini bahkan dapet apresiasi dari Ratu Belanda Queen Maxima saat kunjungannya ke Indonesia tahun lalu. Menurut BTN, apresiasi itu jadi bukti komitmen perseroan dalam menerapkan prinsip ESG.
Ke depan, BTN menargetkan porsi pembiayaan berkelanjutan mencapai 60 persen dari total portofolio kredit pada 2026, naik dari sekitar 52 persen saat ini.
(Anton)




















































