SUARAINDONEWS. COM, Jakarta — Siapa sangka, bocah yang masih duduk di bangku kelas 3 sekolah dasar ini berhasil mengguncang panggung sains dunia. Adalah Natanael Wiraatmaja, siswa SDK Penabur Banda Bandung, yang sukses meraih Juara 2 tingkat dunia pada Grand Final Neo Science Olympiad 2025 di Orlando, Amerika Serikat.
Prestasi Natanael langsung menyita perhatian publik, bukan hanya karena level kompetisinya berskala internasional, tetapi juga karena usianya yang terpaut jauh lebih muda dibanding peserta lainnya. Di ajang tersebut, Natanael harus berhadapan dengan siswa kelas 4 dan 5 dari berbagai negara, dan ia menjadi satu-satunya peserta kelas 3 SD yang mampu menembus tiga besar dunia.
Kemampuan Natanael dalam memahami konsep-konsep sains, berpikir logis, serta memecahkan soal berbasis penalaran ilmiah dinilai sangat menonjol oleh dewan juri internasional. Tak heran jika namanya langsung masuk jajaran peserta terbaik dalam kompetisi bergengsi tersebut.
Tak berhenti sampai di situ, keberhasilan Natanael juga membawanya pada kesempatan langka berupa undangan kunjungan edukatif ke NASA, badan antariksa Amerika Serikat. Undangan tersebut menjadi bonus istimewa sekaligus pengakuan atas potensi besar yang dimiliki bocah asal Bandung ini.
Kunjungan ke NASA nantinya akan memberikan Natanael pengalaman langsung mengenal dunia sains dan teknologi antariksa, mulai dari riset luar angkasa hingga inovasi teknologi mutakhir.
Hebatnya lagi, hingga awal tahun 2026, Natanael tercatat telah mengoleksi 18 medali olimpiade sains, terdiri dari 1 penghargaan tingkat nasional dan 17 penghargaan tingkat internasional. Jumlah ini tergolong luar biasa untuk anak seusianya.
Deretan prestasi tersebut membuktikan bahwa bakat luar biasa dapat tumbuh sejak dini jika didukung dengan lingkungan yang positif, pendampingan yang tepat, serta semangat belajar yang tinggi.
Kisah Natanael Wiraatmaja menjadi bukti bahwa anak Indonesia mampu bersinar di panggung dunia. Ia juga menjadi inspirasi bagi generasi muda bahwa usia bukan penghalang untuk bermimpi besar dan menorehkan prestasi.
(Anton)




















































