SUARAINDONEWS.COM, Jakarta – Di tengah maraknya kabar kekerasan terhadap anak, secercah harapan datang dari dunia edukasi. Program anak Little Future, yang didukung Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI), Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, dan LSPR Institute, sukses menggelar acara bertajuk “Kamu Berharga Festival” di SDN 07 Cawang, Jakarta, Kamis (29/1/2026).
Bukan sekadar festival biasa, kegiatan ini dirancang sebagai ajang seru-seruan sambil belajar bagi anak usia 6–12 tahun tentang pentingnya menjaga batas tubuh atau body autonomy awareness. Pesan serius dikemas lewat seni, musik, dan pembelajaran interaktif, sehingga anak-anak bisa paham tanpa harus merasa takut.
Festival ini juga seolah menjadi “tamparan halus” bagi realitas yang masih memprihatinkan. Berdasarkan data SIMFONI-PPA, lebih dari 15.000 kasus kekerasan terhadap anak tercatat hingga pertengahan 2025, dengan sekitar 7.000 di antaranya merupakan kekerasan seksual. Angka yang bikin geleng-geleng kepala.
Acara dibuka oleh Wakil Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Sarjoko, yang menyatakan dukungan penuh terhadap inisiatif edukasi ramah anak tersebut.
“Anak-anak Indonesia harus tumbuh di lingkungan yang aman, mendukung, dan menghargai hak mereka. Kegiatan seperti ini penting untuk menanamkan keberanian, rasa percaya diri, dan kesadaran menjaga diri sejak usia sekolah dasar,” ujarnya.
Dukungan senada datang dari Ketua LPAI, Seto Mulyadi alias Kak Seto. Ia menilai Kamu Berharga Festival sebagai contoh edukasi perlindungan anak yang tepat sasaran.
“Perlindungan anak usia dini harus disampaikan dengan cara yang menyenangkan dan tidak menakutkan. Ketika anak merasa dihargai, mereka akan lebih berani menjaga dirinya sendiri,” ungkap Kak Seto.
Suasana festival makin meriah dengan pemanduan host Maria Christy dan Jeremiah Rakesh. Tak ketinggalan, Quinn Salman dan Daniel Abraham ikut menyulap aula sekolah menjadi ruang bernyanyi dan menari massal yang penuh tawa.
Sebagai “senjata rahasia” edukasi, Little Future memperkenalkan jingle literasi berjudul “Kamu Berharga (Ini Privasiku)”. Lagu ini dibuat sederhana, catchy, dan mudah dihafal agar pesan tentang privasi dan batas tubuh menempel di kepala anak-anak.
Menariknya, seluruh rangkaian kegiatan didampingi oleh 18 psikolog profesional untuk memastikan pesan yang disampaikan sesuai dengan tahap perkembangan anak.
Program Little Future diharapkan bisa menjadi model edukasi preventif yang dapat direplikasi di sekolah dasar lain. Tujuannya satu: agar anak-anak Indonesia tumbuh percaya diri, berani, dan paham bahwa diri mereka itu berharga.
Tentang Little Future
Little Future merupakan organisasi yang berfokus pada perlindungan dan pemberdayaan anak. Misinya menciptakan ruang aman bagi setiap anak Indonesia agar dapat tumbuh tanpa rasa takut, sekaligus menanamkan kesadaran perlindungan diri sejak usia dini melalui pendekatan edukatif yang ramah dan inklusif.
(Anton)




















































