SUARAINDONEWS. COM, Depok, Jawa Barat – Di tengah sorotan publik pada isu kesehatan nasional, Bayer melakukan langkah besar dengan memperkuat lini produksi dan risetnya di Indonesia. Perusahaan global berbasis sains asal Jerman ini meresmikan peningkatan fasilitas manufaktur Multiple Micronutrient Supplement (MMS) serta penguatan Bayer Global R&D Center di Bayer Supply Center Consumer Health Cimanggis, Depok, Selasa (14/1/2026), dengan total investasi mencapai 5 juta euro atau setara Rp 99 miliar.
Peresmian tersebut dihadiri Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin, Duta Besar Jerman untuk Indonesia, ASEAN, dan Timor Leste Dr. Ralf Beste, perwakilan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, serta jajaran pimpinan Bayer nasional dan global.
Pemerintah menilai penguatan produksi MMS dan R&D di dalam negeri sebagai langkah strategis untuk mendukung agenda kesehatan nasional, khususnya penurunan stunting dan peningkatan kesehatan ibu dan anak. Budi Gunadi Sadikin menyampaikan apresiasi atas investasi Bayer yang dinilai mampu menjamin ketersediaan produk kesehatan bermutu dan aman bagi masyarakat.
Dari sisi pengawasan, BPOM menegaskan pentingnya kepatuhan industri terhadap regulasi dan penerapan Cara Pembuatan Obat yang Baik secara konsisten guna memastikan keamanan, mutu, dan manfaat klinis produk kesehatan.
Duta Besar Jerman Dr. Ralf Beste menyambut baik langkah Bayer yang dinilai sebagai kontribusi nyata sektor swasta Jerman dalam memperkuat sistem kesehatan Indonesia, pengembangan kapasitas lokal, serta kerja sama berkelanjutan antara kedua negara.
Bayer menyatakan peningkatan fasilitas manufaktur, termasuk produksi MMS, merupakan bagian dari kesiapan perusahaan dalam mendukung Program Nasional Penurunan Stunting menuju Indonesia Emas 2045. MMS yang diproduksi di Pabrik Bayer Consumer Health Cimanggis telah sesuai dengan standar UNIMMAP dan mengandung 15 vitamin serta mineral esensial bagi ibu hamil.
Head of Bayer Supply Center Consumer Health Cimanggis, Priscilla Silvan Prarizta, menjelaskan Bayer menginvestasikan 1,4 juta euro atau sekitar Rp 26 miliar untuk mengoptimalkan output produksi hingga 20 persen. Saat ini, kapasitas produksi pabrik mencapai 2,4 miliar tablet per tahun untuk kebutuhan domestik dan global. Khusus MMS, pabrik Cimanggis mampu memproduksi hingga 1,2 miliar tablet per tahun dalam kemasan botol dan blister.
Ia menambahkan investasi tersebut diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap suplementasi mikronutrien berkualitas tinggi, aman, dan terstandar, sekaligus mendukung upaya pemerintah menurunkan angka stunting nasional.
Pabrik Bayer Consumer Health Cimanggis merupakan salah satu basis manufaktur Bayer di kawasan Asia-Pasifik yang memasok produk ke berbagai negara di Asia, Australia, Afrika, Eropa, dan Amerika. Seluruh operasional pabrik dijalankan oleh tenaga profesional Indonesia dengan standar kualitas dan keselamatan global Bayer.
Selain peningkatan lini produksi, Bayer juga memperkuat fasilitas Riset dan Pengembangan (R&D) di Cimanggis melalui investasi sebesar 3,6 juta euro. Fasilitas ini berfokus pada peningkatan kualitas produk, pengembangan formulasi, metode analisis, serta studi stabilitas produk di berbagai kondisi iklim.
Bayer menegaskan penguatan kapabilitas R&D di Indonesia bertujuan memastikan produk tetap aman, efektif, dan stabil, sekaligus terintegrasi dengan jejaring R&D global. Investasi ini menjadi bagian dari misi Bayer “Health for All, Hunger for None” serta strategi jangka panjang perusahaan dengan Indonesia sebagai basis manufaktur, riset, dan pengembangan talenta untuk memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.
Jika ingin, saya bisa menyesuaikan lagi agar lebih “ringan gosip”, lebih formal media nasional, atau versi siaran pers murni.
(Anton)




















































