SUARAINDONEWS. COM, Jakarta – Siapa sangka, gorengan yang sering dianggap “cuma teman ngopi” ternyata menyimpan efek samping yang bikin banyak orang kaget.
Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, baru-baru ini mengingatkan bahwa satu buah gorengan seperti bakwan mengandung sekitar 100 hingga 150 kalori. Angka ini terdengar sepele, tapi dampaknya tidak main-main.
Untuk membakar kalori dari satu bakwan saja, seseorang dengan berat badan sekitar 70 kilogram perlu berolahraga di treadmill selama kurang lebih 15 menit. Artinya, bakwan yang habis dalam tiga gigitan itu setara dengan seperempat jam berkeringat.
Yang lebih bikin ngeri, kebanyakan orang tidak berhenti di satu bakwan. Dua sampai tiga gorengan bisa masuk tanpa sadar. Jika sudah begitu, total kalorinya bisa menyentuh 300 hingga 450 kalori. Itu setara dengan seporsi makan berat.
Menurut Menkes, masalah utama gorengan bukan hanya kalorinya, tetapi sifatnya yang tidak mengenyangkan. Akibatnya, orang cenderung makan lebih banyak tanpa merasa puas.
Bakwan sendiri umumnya terbuat dari tepung, sayuran, dan digoreng dalam minyak panas. Proses penggorengan inilah yang membuat makanan menyerap lemak dalam jumlah cukup besar, sehingga kalorinya melonjak dibanding bahan mentahnya.
Meski begitu, bukan berarti bakwan harus langsung masuk daftar musuh. Kuncinya ada pada porsi dan frekuensi. Sesekali makan gorengan masih bisa ditoleransi, asalkan diimbangi pola makan seimbang dan aktivitas fisik rutin.
Jadi, lain kali saat tangan sudah meraih bakwan kedua, mungkin bisa terlintas satu pertanyaan sederhana: siap treadmill 15 menit lagi atau tidak?
(Anton)




















































