SUARAINDONEWS.COM, Jakarta – Menjelang tutup tahun 2025, perhatian pelaku pasar dan masyarakat kembali tertuju pada satu isu klasik yang selalu muncul di momen akhir tahun: inflasi. Badan Pusat Statistik (BPS) dijadwalkan akan mengumumkan data inflasi Indonesia periode Desember 2025, dan berbagai proyeksi dari lembaga ekonomi menunjukkan satu arah yang sama, inflasi diperkirakan mengalami kenaikan.
Kenaikan ini dinilai wajar. Aktivitas ekonomi biasanya melonjak menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru. Konsumsi rumah tangga meningkat, mobilitas masyarakat naik, dan permintaan terhadap berbagai barang serta jasa ikut terdongkrak. Pola musiman inilah yang hampir setiap tahun mendorong harga bergerak naik di penghujung tahun.
Sejumlah analis memperkirakan inflasi bulanan Desember 2025 berada di kisaran 0,3 hingga 0,7 persen secara bulanan. Secara tahunan, inflasi diproyeksikan mendekati 3 persen, atau sedikit lebih tinggi dibandingkan bulan-bulan sebelumnya. Meski demikian, angka ini masih dinilai berada dalam rentang target inflasi Bank Indonesia.
Salah satu pendorong utama inflasi akhir tahun adalah kelompok pangan. Lonjakan permintaan terhadap bahan makanan, ditambah faktor cuaca yang mempengaruhi distribusi dan produksi, berpotensi menekan harga. Komoditas hortikultura, daging, hingga beberapa bahan pokok lainnya kerap menjadi penyumbang utama inflasi musiman.
Selain pangan, sektor transportasi dan jasa juga diprediksi ikut menyumbang kenaikan inflasi. Libur panjang akhir tahun mendorong peningkatan tarif angkutan, tiket perjalanan, hingga biaya akomodasi. Aktivitas wisata yang meningkat turut menciptakan tekanan harga di berbagai daerah tujuan liburan.
Meski inflasi Desember diperkirakan naik, kondisi inflasi Indonesia sepanjang 2025 secara umum masih terjaga. Data BPS sebelumnya menunjukkan inflasi tahunan berada di kisaran target yang ditetapkan otoritas moneter. Bank Indonesia pun menegaskan akan terus menjaga stabilitas harga melalui kebijakan moneter dan koordinasi dengan pemerintah pusat maupun daerah.
Bagi masyarakat, kenaikan inflasi akhir tahun ini menjadi pengingat untuk lebih cermat mengatur pengeluaran, terutama menjelang libur panjang. Sementara bagi pelaku usaha dan investor, rilis data inflasi Desember dari BPS akan menjadi salah satu indikator penting untuk membaca arah kebijakan ekonomi dan pasar pada awal 2026.
Kini, publik tinggal menunggu pengumuman resmi dari BPS. Apakah inflasi akan naik sesuai proyeksi, atau justru lebih terkendali dari perkiraan? Jawabannya akan segera terungkap, dan dampaknya bisa terasa langsung hingga ke dompet masyarakat di awal tahun depan.
(Anton)




















































