SUARAINDONEWS.COM, Jakarta – Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri tengah mematangkan strategi pengamanan arus balik Lebaran 2026 yang diprediksi akan mencapai puncaknya pada Selasa, 24 Maret 2026. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi lonjakan volume kendaraan yang pada periode mudik lalu mencatatkan kenaikan signifikan sebesar 4,62 persen, dengan total 270.000 unit kendaraan.
Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho menyatakan bahwa rekayasa lalu lintas berupa One Way Nasional dijadwalkan mulai berlaku pada 24 Maret. Namun, penerapannya akan tetap bersifat dinamis berdasarkan hasil traffic counting (penghitungan volume kendaraan) secara real-time di gerbang tol utama, khususnya Gerbang Tol Kalikangkung.
“Kami siapkan skenario awal berupa one way sepenggal dari KM 414 (Kalikangkung) hingga Pejagan (KM 263). Jika volume kendaraan terus meningkat dan bertahan tinggi, skema ini akan diperpanjang hingga wilayah Jawa Barat atau Jakarta,” ujar Irjen Pol Agus.
Poin Penting Strategi Arus Balik 2026:
-
Dua Gelombang Arus Balik: Polri memprediksi arus balik akan terjadi dalam dua fase. Gelombang pertama pada 24–25 Maret 2026, dan gelombang kedua pada 28–29 Maret 2026. Hal ini dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah mengenai program Work From Anywhere (WFA) pada 25–27 Maret 2026.
-
Jalur Fungsional: Untuk mengurangi beban jalur utama di Jawa Barat, Polri menyiapkan penggunaan jalur tol fungsional, termasuk ruas Tol Japek II Selatan (Sadang hingga Setu) dan beberapa ruas fungsional di wilayah Sukabumi.
-
Teknologi Monitoring: Pengamanan tahun ini didukung oleh teknologi modern seperti sistem traffic counting digital, jaringan CCTV terintegrasi, hingga penggunaan drone monitoring untuk merespons kepadatan secara cepat.
-
Sistem Contraflow & Ganjil-Genap: Selain one way, skema contraflow di ruas Tol Jakarta-Cikampek (KM 70–KM 47) direncanakan mulai aktif secara bertahap sejak 23 Maret. Aturan ganjil-genap juga akan diberlakukan di ruas Tol Semarang-Batang hingga Jakarta-Cikampek untuk menekan volume kendaraan.
Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo dalam arahannya turut mengimbau masyarakat untuk mengatur jadwal kepulangan lebih awal atau memanfaatkan program WFA guna menghindari kemacetan ekstrem pada hari puncak. Masyarakat juga diminta memastikan kondisi fisik dan kendaraan dalam keadaan prima, serta memanfaatkan rest area jika merasa lelah.
Selain fokus di jalur tol, Polri juga telah menyiagakan personel di 2.746 posko pengamanan di seluruh Indonesia untuk menjaga kelancaran ibadah salat Id, malam takbiran, serta pengamanan di titik-titik lokasi wisata selama libur Lebaran.
(Anton)



















































