SUARAINDONEWS. COM, SINGAPURA – Tiga engineer asal Indonesia bikin gebrakan. Mereka menciptakan AI bernama GambitHunter yang bisa memburu situs judi online sekaligus mengumpulkan jejak digital para bandarnya. Hebatnya lagi, teknologi ini dibuat cuma dalam waktu sekitar tujuh jam saat ikut OpenAI Codex Hackathon di Singapura.
Tim tersebut terdiri dari Steven Sukma Limanus, Ilham Firdausi Putra, dan Reynaldo Wijaya Hendry. Meski waktunya mepet, karya mereka justru sukses menyabet juara kedua di kompetisi internasional tersebut.
GambitHunter bekerja seperti “detektif digital”. AI ini menjelajahi internet, mencari situs judi online, lalu mengumpulkan informasi penting yang berkaitan dengan bandar. Mulai dari nomor rekening, nomor ponsel, sampai data pembayaran yang biasa dipakai untuk deposit.
Bukan cuma itu, sistem ini juga bisa mengambil tangkapan layar halaman pembayaran sebagai bukti. Jadi, data yang dikumpulkan tidak sekadar dugaan, tapi ada dokumentasi yang bisa ditindaklanjuti.
Menurut tim pengembang, cara ini lebih ampuh dibanding hanya memblokir situs. Soalnya, domain judi online gampang ganti. Hari ini diblokir, besok muncul lagi dengan nama baru. Tapi rekening dan nomor kontak biasanya lebih sulit diubah cepat. Nah, di situ GambitHunter mencoba “mengunci” jejaknya.
Dalam proses pembuatan, mereka sempat menemui kendala seperti CAPTCHA dan waktu pengembangan yang super singkat. Meski begitu, prototipe yang dihasilkan sudah menunjukkan potensi besar AI untuk membantu melacak aktivitas ilegal di internet.
Inovasi ini membuka peluang baru. Pendekatan seperti GambitHunter tidak hanya bisa dipakai untuk memberantas judi online, tapi juga berpotensi digunakan untuk mendeteksi penipuan digital dan kejahatan siber lainnya.
Singkatnya, anak bangsa bikin AI, judol pun mulai was-was.
(Anton)




















































