SUARAINDONEWS. COM, Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus melakukan pembersihan lumpur dan sampah material banjir pascabencana Aceh. Hingga 28 Januari 2026, Kementerian PU telah mengangkut 698 ton sampah bencana, lumpur, termasuk sampah domestik dari berbagai wilayah terdampak guna mempercepat pemulihan fasilitas umum, dan permukiman.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, percepatan pembersihan, khususnya fasilitas umum menjadi prioritas agar aktivitas sosial, ekonomi, dan pelayanan publik masyarakat Aceh dapat segera pulih.
“Kita semua ingin memastikan masyarakat terdampak bencana tidak berlama-lama berada dalam kondisi sulit,” kata Menteri Dody.
Pembersihan dan pengangkutan sampah dilakukan sebagai bagian dari respons cepat Kementerian PU untuk mendukung penanganan darurat sekaligus mempercepat tahapan rehabilitasi pascabencana. Fokus kegiatan diarahkan pada kawasan perkantoran pelayanan publik, fasilitas kesehatan, pendidikan, jaringan lingkungan permukiman, serta akses menuju prasarana dasar.
Di Kabupaten Aceh Tamiang, Kementerian PU mengangkut 407 ton sampah dari kawasan Kantor Bupati, Jalan Rantau, RSUD Muda Sedia, dan SDN Kota Lintang menuju TPA Sampah Kabupaten Aceh Tamiang. Pekerjaan didukung alat berat berupa excavator, wheel loader, dan dump truck untuk percepatan pemindahan material sampah dan lumpur dari fasilitas umum dan lingkungan sekitarnya.
Sementara itu, di Kabupaten Aceh Tengah, kegiatan pembersihan dilakukan di kawasan Desa Mendale dan TPS Paya Ilang dengan total 88 ton sampah terangkut. Penanganan didukung excavator dan armada angkut guna membersihkan timbunan sampah bencana dan lumpur yang menghambat akses lingkungan dan aktivitas masyarakat.
Selanjutnya di Kabupaten Pidie Jaya, Kementerian PU mengangkut 203 ton sampah dari Jalan Lingkungan arah Jembatan Meunasah Lhok, Jalan Akses PDAM Desa Berawang, Jalan Lingkungan Meunasah Raya, Jalan Lingkungan Meunasah Bei, hingga Jalan Lingkungan Beuringen. Kegiatan ini didukung alat berat berupa backhoe loader, excavator, dan dump truck untuk memulihkan akses lingkungan dan prasarana pendukung layanan air minum.
Penanganan persampahan pascabencana di Provinsi Aceh didukung personel Satgas PU serta alat berat kebencanaan yang meliputi excavator standar dan mini, backhoe loader, wheel loader, dozer, serta armada dump truck yang dimobilisasi dan dioperasikan secara bertahap sesuai kebutuhan lapangan di masing-masing kabupaten terdampak. Tercatat hingga 28 Januari 2026, pembersihan pada fasilitas umum di Provinsi Aceh telah selesai 86 lokasi dari total 183 lokasi, termasuk penambahan 21 lokasi sehingga tersisa 97 lokasi masih dalam proses pembersihan.
Selain penanganan langsung di lapangan, Kementerian PU juga melaksanakan peningkatan pelayanan persampahan dan sanitasi melalui peningkatan layanan 11 TPA Sampah di 11 kabupaten/kota serta 10 Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) di 10 kabupaten/kota di Provinsi Aceh yang saat ini sedang dalam tahap pelaksanaan pekerjaan.
(Anton)




















































