SUARAINDONEWS.COM, Jakarta – Industri perfilman dunia terus mencetak angka fantastis, bahkan setelah terpukul pandemi. Data terbaru 2026 menunjukkan film-film blockbuster global masih mampu meraup pendapatan hingga puluhan triliun rupiah. Hanya tujuh film sepanjang sejarah yang menembus angka Rp31 triliun atau setara US$2 miliar, termasuk Avatar, Titanic, dan Avengers: Endgame. Mayoritas film ini berasal dari franchise besar seperti Marvel, Star Wars, hingga animasi populer. Bahkan film non-Hollywood seperti Ne Zha 2 ikut masuk jajaran top global.
Di balik dominasi ini, The Walt Disney Company menjadi pemain utama, dengan franchise Avengers dan Star Wars yang menguasai box office dunia. Studio lain seperti Warner Bros dan Paramount Pictures hadir dengan Barbie dan Top Gun: Maverick.
Sementara itu, film Indonesia memiliki pencapaian tersendiri. Meski skala pendapatan tidak sebesar blockbuster global, film lokal mampu menarik jutaan penonton di bioskop domestik. KKN di Desa Penari memimpin dengan lebih dari 10 juta penonton, disusul Agak Laen dan Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss! Part 1. Animasi lokal seperti Jumbo dan film horor pun menunjukkan daya tarik besar di pasar Indonesia.
Perbedaan skala cukup jelas: film global meraup pendapatan triliunan rupiah dengan distribusi internasional, sedangkan film Indonesia sukses dalam jumlah penonton lokal. Meskipun begitu, pencapaian lebih dari 10 juta penonton domestik adalah bukti kuat cinta penonton Indonesia terhadap cerita lokal.
Tren ini menunjukkan bahwa meskipun pasar global penuh dengan blockbuster, film Indonesia memiliki pangsa tersendiri yang kuat dan terus berkembang. Baik penonton global maupun lokal kini dapat menikmati hiburan yang menarik, dari aksi epik Avatar hingga horor dan drama lokal yang dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia.
(Anton)




















































