‘Ya Tuhan’ … Kolaborasi Nasyid Legenda Singapura, Al Jawaher dan Dewi Yull Indonesia Menyebarluaskan kebajikan dan Cinta Allah SWT

SUARAINDONEWS.COM, Jakarta-Mengenapi 40 tahun perjalanan grup nasyid asal Singapura yang tersohor Al Jawaher, Jamiyah Singapura menggandeng Dunia Melayu Dunia Islam untuk mengkolaborasikan legenda Singapura ini dengan legenda Indonesia, Dewi Yull. Bahkan yang lebih istimewa lagi di kolaborasi yang bertajukan album Ya Tuhan ini, di garap oleh tiga musisi legenda tiga negara (Singapura, Malaysia, Indonesia) yakni Eksekutif Produser Husin Saaban (Jamiyah Singapura), Produser Moliano Rasmadi (Singapura) dan Chossy Pratama (Indonesia, Produser/ Komposer / Aranger).

Jamiyah dengan visi syiar dan amalnya, berkinginan memberikan Tribute bagi Al-Jawaher, dengan menggandeng untuk pembuatan dua buah lagu masing masing berjudul ‘Hanya Tuhan’ dan ‘Ya Tuhan’. Selanjutnya menghubungi Moliano Rasmadi leader band Singapura, Love Hunter. Moliano yang kemudian mengajak sahabatnya komposer Indonesia, Chossy Pratama untuk menggarap album tersebut.

Moliano yang mempunyai rumah produksi Moluv Music, kemudian menyerahkan penulisan lagunya pada Chossy, setelah memberikan pengarahan tentang penulisan syair, khusus untuk Singapura. Dalam prosesnya, Jamiyah kemudian memberikan usulan, bagaimana bila ada penyanyi Indonesia featuring di produk ini, dan terpilihlah Dewi Yull, sehingga kolaborasi lagu ini bisa diterima di Singapura, Malaysia, Indonesia, Brunei dan negara negara lainnya. Sekaligus dapat memberikan warna tersendiri tanpa menghilangkan warna dan identitas Al-Jawaher.

Proses pembuatan nya sendiri memakan waktu kurang lebih 6 minggu dan dibuat di 3 studio. Pembuatan trak dasar dikerjakan di studio ProMidi Jakarta, proses perekaman vocal di studio Moluv Music di Bandung dan kemudian pengisian instrument lainnya dilakukan di ProMidi Jakarta dan MixPro Yogyakarta. Dewi Yull sendiri mengisi vocalnya di ProMidi Jakarta (termasuk proses editing, mixing, mastering, red).

Al Jawaher sendiri merupakan grup Nasyid tersohor di Singapura yang sangat melegenda. Dibentuk di penghujung tahun 1970 oleh 9 anak gadis, usia 16 tahunan, yang tengah belajar mengaji dengan Ustadzah Hamidah Hj Shukur hingga tahun 1980. Adalah ustadz H. Abdul Karim, suami Ustadzah Hamidah yang membentuk group Nasyid di-Singapura dan diberinama Al Jawaher, yang bermaknakan Permata.

Melalui sentuhan tangan komposer tersohor M.Nasir, Al Jawaher merekam dan mengeluarkan album perdana mereka bertajuk ‘Permata’, yang selanjutnya diikuti album album berikutnya sampai awal 90an. Sebutlah Ku Pohon Restu Ayah dan Bunda; Kembara di Tanah Gersang; Yang Merah itu Saga; Adam dan Hawa; serta masih banyak lagi, yang bisa di-simak melalui youtube, spotify, lain sebagainya.

Al-Jawaher meski kehilangan dua anggotanya, kini berformasi group tujuh orang, terdiri lima anggota lama dan dua anggota baru yakni adik beradik komposer kawakan M.Nazir, Normala Mohd dan Hajar Mohamad. Sedangkan lima anggota lama antara lain Norhaiyati Yusop, Latifah Johari, Jumuyah Kasbari, Habibah Othman, dan Siti Rusminah Jaafar.

Di tahun 2019, sekaligus menandai 40 tahun perjalanan bernasyid Al-Jawaher, membuat single Lambaian Raudah yang di launching di Kuala Lumpur, Malaysia. Dan album Hanya Tuhan dan Ya Tuhan featuring Dewi Yull di gandeng Jamiyah Singapura, yang di launching di Ruang Pola, Balai Kota Jakarta, Jumat, 22 November 2019.

Bagi Dewi Yull, ini sebuah karya hasil kolaborasi antara Indonesia dengan Singapura. Dimana ini sebuah karya lintas bangsa dan lintas negara. Dirinya menyakini lagu ini akan mencari tempatnya sendiri di hati masyarakat. Kiranya album ini dapat mengisi khazanah musik religi Indonesia dan Singapura, dan juga dapat merebak ke Malaysia dan Brunei.

Sedangkan Nurhayati Yusop, selaku leader group nasyid Al Jawaher, mengungkapkan bahwa 40 tahun perjalanan ini merasa beruntung karena sejak belia sudah mendapat sentuhan tangan dari komposer terkenal Datuk M. Nasir (pencipta lagu Isabela), dan kini juga 2 anggota Al Jawaher merupakan adik-adik beliau.

Dan kolaborasi dengan seorang Dewi Yul, yang sangat dikenal di Indonesia sebuah kesempatan yang luar biasa. Tapi yang pasti Al Jawaher tidak pernah berhenti berkarya. Kami hanya berhenti beristirahat ketika mengurus keluarga dan membesarkan anak. Selebihnya kita terus berkarya dengan lagu-lagu Nasyid, Religi, Islami, ungkap Nurhayati.

Sementara Husin Saaban, selaku Produser dari Jamiyah Singapura menegaskan bahwa kekuatan single ini yakni menggabungkan penyanyi legenda dari Singapura dan Indonesia. Dimana ini sesuatu yang klasik dan harus kita jaga selagi ada, kalau tidak ini akan hilang. Selanjutnya, di dalam single ini ada dzikurullah, zikirnya. Bila ini gelaran show yang besar dan mengajak penonton berzikir bersama maka akan luar biasa.

Sebagai pamungkas pertemuan ini, Prof. DR. Mohd Hasbi Abu Bakar, selaku Presiden Jamiyah Singapura, menjelaskan soal genre musik dalam musik religi yang tengah diolahnya untuk sebuah kolaborasi kedepannya. Seperti di Kanada dan Amerika ada Islamic Rapper, apakah bisa kita adopsi untuk kolaborasi, karena kita pernah bikin islamic festival dan mengundang rapper islamic Din Squad dimana mereka memiliki follower hampir 1 milliar di daerah Eropa. Semua ini semata agar generasi Milenial mau mendengar lagu islami yang berisi nasehat-nasehat, dan kita juga sudah berkomunikasi dengan Molano dimana dia seorang musisi rock Singapura, dia memiliki kapasitas dalam hal komposisi musik dan genre.

Dan Tan Sri DR. H. Muhd Ali Rustam, selaku Presiden Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI), yang turut didampingi Mohd Sharif Naib Presiden 2 Jamiyah Singapura dan Said Aldi Al Idrus Sekjen DMDI Jakarta, menggaris bawahi bahwa ini program yang baik. Syiar dan dakwah melalui lagu nasyid. Sebuah media yang menyuburkan sanubari serta cinta pada Allah swt. Dan silaturahmi dengan penyanyi tersohor Indonesia, Dewi Yull semoga membawa kebajikan serta mempertahankan budaya Melayu. Meski hanya 15 persen Melayu di Singapura semoga dapat memyebarkan nilai nilai positif yang islami di seluruh negara dimana DMDI nya berada. Mohon doa dan bantuannya, menyebarluaskan kebajikan dan kecintaan kita pada Allah swt.

(tjo ; foto lella

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Masukan angka : *