wROCKshop Bandung Perhelatan BEKRAF Festival di Penghujung 2017

SUARAINDONEWS.COM, Bandung-Bergulir dimulai dari Jakarta, Palu, Malang, Yoyakarta, Bali dan Makassar, program edukasi musik Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) dan Indonesia Music Forum, di puncaki di Bandung wROCKshop 8-9 Desember, sebagai bagian Bekraf Festival di penghujung tahun 2017 ini.

BEKRAF FESTIVAL sendiri digelar selama 4 hari tersebut berlangsung di 2 lokasi, yakni di Gudang Kereta Api Indonesia (KAI) dan di Gedung Creative Hub, Bandung.

Dikota ke-7 ini, Bandung, nara sumber yang hadir akan berbagi pengalaman profesional dalam industri musik, diantaranya Aria Baron (klinik gitar dan aransemen lagu), Sandy Pas Band (klinik drum dan optimalisasi sound), Indra Qadarsih (sharing soal produksi lagu, mixing dan mastering), John Paul Ivan (klinik gitar), Yuke Dewa (klinik bass), Ferry HK (klinik drum) dan Yoyo Bassman (klinik bass).

“Acara edukasi musikal ini, menyajikan 2 agenda penting dalam bentuk workshop kreatif, yakni, pengetahuan teknis musikal dan pengetahuan umum yang berkaitan dengan industri musik di era digital dan di era dimana para generasi millenials menjadi segmentasi utama dunia hiburan di dunia maya,” terang Buddy ACe, Ketua Tim Pengarah wROCKshop, yang mengagendakan wROCKshop di 34 provinsi di Indonesia.

Sedangkan dari sektor pengetahuan umum, ada legenda seniman Bandung, Budi Dalton, pengamat musik dan Anggota Presidium Indonesia Music Forum, Buddy ACe, wartawan musik senior Amazon Dalimunthe dan Aria Baron yang akan berbagi jpengalaman juga tentang Hak Cipta, Hak Paten, Hak Publishing dari karya musik di era digital.

“Saya bersama seniman lainnya sangat senang kita telah memiliki Badan Ekonomi Kreatif. Dan lebih bahagia karena bisa sharing pengetahuan dan pengalaman praktis terhadap seniman potensial di Indonesia,” jelas Baron, salah satu gitaris rock terbaik Indonesia, yang juga manajer dari band legenda GIGI.

Sementara Sandy PAS Band, yang telah mengikuti wROCKshop di beberapa kota menambahkan bahwa program wROCKshop, harus terus dihelat dengan beragam pengetahuan lainnya diluar teknis musik.Bahkan sebaiknya sudah disiapkan kegiatan pasca wROCKshop yang lebih fokus pada satu kegiatan yang beroreintasi pada produksi karya, baik membuat lagu, menggelar konser maupun kegiatan kreatif lainnya yang menghasilkan secara ekonomis,.

Oleh karenanya, Buddy ACe, panggagas Indonesia Music Forum ini menegaskan perlunya Focus Group Discussion paska wROCKshop, di tahun 2018 nanti. Tapi bukan semata-mata diskusi, tapi langsung bergerak ke level produksi, melalui program bernama wROCKshow. Dimana akan dipilih band terbaik di setiap ibukota provinsi, untuk diproduksi lagu ciptaan mereka dan digabungkan dalam kompilasi album dengan band dari daerah lainnya. Dan menariknya produksi album tersebut dimentori para musisi profesional dari semua elemen penting dalam ekosistem industri musik.

“Belajar dari Korea, seharusnya industri kreatif di Indonesia akan lebih cepat dari Korea yang membutuhkan waktu 15 tahun untuk mendunia dengan K-Pop nya. Kami percaya, dengan pola buttom up, dari bawah keatas, dimulai dari para seniman untuk kemudian disampaikan ke pemerintah,” jelas Triawan Munaf, Kepala Badan Ekonomi Kreatif, yang baru berusia 3 tahun ini, saat membuka dengan resmi BEKRAF FESTIVAL yang berlangsung di Gudang Kereta Api Indonesia, Bandung, Kamis malam (07/12).

Triawan menyakini bahwa Industri Kreatif di Indonesia akan menjadi unggulan dan kebanggaan bangsa Indonesia yang memiliki ratusan bahkan ribuan sub culture ini, jika dibangun dibawah kehidupan toleransi antara sesama anak bangsa.

(ba/tjo; foto dok

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Masukan angka : *