WALI “Lamar Aku” di “Live Streaming Let’s Talk About Music” Tandai Dua Dekade Bermusik

SUARAINDONEWS.COM, Jakarta-Menandai dua dekade kiprahnya di industri musik tanah air, band Wali merilis single terbarunya yang berjudul “Lamar Aku”. Untuk itu, NAGASWARA bekerjasama dengan PT. Melon Indonesia menggelar single terbaru Wali lewat program reguler Langit Musik – Live Streaming – “Let’s Talk About Music” di Vertikal Garden, Gedung TLT (Telkom Landmark Tower), Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Kamis, 24 Oktober 2019.

Bersama Langit Musik bukan yang pertama bagi Wali. Sebelumnya, band yang beranggotakan Apoy (gitar/ arangger), Faank (vokal), Tomi (drum) dan Ovy (keyboard) pernah tampil dalam acara Langit Musik “Live Streaming Let’s Talk About Music”, (23 Mei 2019) lalu. Disamping pula, Zaskia Gotik di single terbarunya, “Ayo Turu”, (12 September 2019) lalu pula.

Program reguler Langit Musik – Live Streaming – “Let’s Talk About Music”, sangat menarik karena bisa diikuti lewat streaming di aplikasi Youtube Channel Langit Musik, dan MAXstream. Selain para penggemar artis yang tampil juga bisa langsung datang ke lokasi Vertikal Garden di Telkom Landmark Tower, Jakarta.

Rahayu Kertawiguna, CEO NAGASWARA, melihat kerjasama dengan PT. Melon dengan platform Langit Musik, bagian dari komitmen. Kolaborasi Musisi dan platform musik Indonesia inilah yang membuat karya-karyanya dapat dinikmati masyarakat luas. Dan Langit Musik memiliki acara-acara reguler yang juga bisa disinergikan dengan kebutuhan perkenalan atau promosi karya musisi, ungkap Rahayu kemudian. Sedangkan CEO PT. Melon Indonesia / Langit Musik Dedi Suherman mengapresiasi kepercayaan oleh NAGASWARA untuk yang kedua kalinya ini dengan Band Wali. Bahkan semua lagu dan album Wali telah tersedia di semua platform music yang dikelola Melon Indonesia, khususnya Langit Musik dan Nada Sambung Pribadi, tukas Dedi Suherman.

Wali merupakan grup band fenomenal di Indonesia. Karya-karyanya yang banyak memberikan pesan moral itu, tidak hanya digemari di negeri sendiri tapi melanglang buana hingga ke Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura, Hong Kong, Taiwan dan Australia. Dan single “Lamar Aku” sekaligus menandai dua dekade (31 Oktober 2019 nanti) perjalanan Wali Band di industri musik Indonesia.

Arransemen “Lamar Aku” ini tercetus dari banyaknya permintaan para penggemar lewat media sosial. Mereka meminta dan berharap agar Wali kembali membuat lagu-lagu mellow seperti di album-album awal band itu (hits mellow seperti “Dik”, “Baik-baik Sayang”, “Doaku Untukmu Sayang”, dan lain sebagainya).

“Intinya kita kembali ke lagu-lagu awal Wali yang minimalis, sederhana, to the point, permainan piano sederhana,” jelas Apoy, gitaris dan pencipta lagu-lagu Wali.

“Lamar Aku” lahir dari persoalan sosial yang ada di tengah masyarakat dan lagu ini lebih pas bagi kaum Hawa. Dimana perempuan paling sering jadi korban gombal lelaki. Mereka dipacari, tapi belum tentu dilamar atau dinikahi. Perempuan jangan diberikan janji terus. Jangan kampanye, tapi tidak ditepati janjinya. Kalau serius, buruan lamar. Jangan dikasih kata-kata manis terus. Perempuna ingin bukti, bukan janji,” tambah Apoy.

Faank sendiri mengaku bahwa membawakan lagu dengan teknik melow seperti masa awal ia menyanyikan lagu-lagu Wali, bukan perkara gampang. Selain karena faktor usia, ia juga sudah terbiasa menyanyikan lagu-lagu Wali dalam tempo cepat. Untuk itu, ia berusaha secara maksimal menghayati lagu “Lamar Aku” seperti yang diminta Apoy sebagai pencipta lagu.

Wali Band terbentuk pada tahun 1999, langsung mencuri hati para penggemarnya, termasuk mencatatkan beragam penghargaan di industri musik Indonesia dan di beberapa negara tetangga. Karena lagu-lagu mereka sebagai medium berbagi kebaikan. Mudah dipahami kenapa lagu-lagu Wali selalu disisipi semangat religiusitas. Personil band ini memang memiliki latar belakang sebagai anak-anak pesantren. Meski lagu-lagu mereka cukup kuat membawa pesan moral, Wali tidak memberi kesan menggurui penikmat musik mereka

Sebuah konsep bermusik yang hampir tidak ada. Mudah dipahami, selalu disisipi semangat religiusitas. Cukup kuat membawa pesan moral, dan tidak memberi kesan menggurui penikmat musik mereka.

Congratulation… alhamdulillah Wali Band Oktober tahun ini genap berusia 20 tahun.

(pung; foto gun

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Masukan angka : *