Wakil Ketua DPR Sesalkan Penyalahgunaan Peredaran Garam Impor

SUARAINDONEWS.COM, Jakarta Wakil Ketua DPR RI Taufik Kurniawan menyesalkan adanya penyalahgunaan garam impor yang semula hanya untuk industri dijadikan garam konsumsi menyusul adanya penggerebekan gudang penimbunan garam impor dan tempat pengemasannya di Gresik, Jawa Timur. Dua pengusaha impor garam diduga terlibat dalam kasus tersebut.

“Garam impor hanya untuk industri tiba-tiba oleh pihak yang nakal diedarkan ke masyarakat menjadi garam konsumsi. Kasihan petani garam dengan beredarnya garam impor yang disalahgunakan itu,” kata Taufik kata Taufik di komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (7/6/2018).

Menurut Taufik, pemerintah harus memastikan garam produksi yang digelontorkan dari impor tidak rembes ke pasaran menjadi garam konsumsi. Pasalnya, pemerintah sudah berkomitmen, impor garam yang kini sudah mencapai 2,3 juta ton dari total 3,7 juta ton, hanya diperuntukkan untuk pelaku industri.

“Jika masih ada yang rembes, dalam kaitan ada perusahaan yang nakal mengemas garam industri menjadi garam konsumsi, berarti ada kelalaian pengawasan dari pemerintah,” ujarnya.

Taufik mengingatkan, permasalahan impor garam ini jangan menjadi polemik lagi. Pasalnya, sebelumnya sempat terjadi polemik karena perbedaan data antara Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Namun akhirnya mendapat persetujuan dari Presiden Joko Widodo. Pemerintah harusnya kata Taufik, menguatkan pengawasan agar garam tak merembes ke pasaran.

“Impor garam saja sudah melukai petani garam, tapi kemudian malah rembes ke pasaran. Lalu bagaimana dengan garam hasil petani lokal? Siapa yang akan menyerap, siapa yang akan konsumsi?,” tegas Waketum PAN itu.

Sebelumnya, Kepolisian menggerebek gudang penimbunan garam impor dan tempat pengemasannya di Gresik, Jawa Timur. Wadirtipideksus Bareskrim Polri Kombes Pol Daniel Tahi Monang Silitonga mengatakan pengungkapan ini berawal dari laporan masyarakat tentang kelangkaan garam. Berawal dari situ pihaknya melakukan penelusuran kemudian menemukan gudang penimbunan garam.

“Ada dua lokasi yang kami temukan. Satu gudang penimbunan kami temukan di Banyutami, Manyar dan satu ditempat pengolahannya yang berada di Jalan Mayjen Sungkono, Kebomas,” kata Daniel di lokasi Banyutami, Rabu (6/6/2018).(Bams)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Masukan angka : *