‘Tribute to Harry Mukti’ Anak Mama dan Folk ‘Walag’ Beri Warna Baru Pekan Raya Indonesia 2018

SUARAINDONEWS.COM, Tangsel-Pekan Raya Indonesia (PRI) ke -3 dengan International Indie Music Festival akan memberikan pengunjung pengalaman bermusik dengan warna warna musik baru dari sejumlah band band indie dari sejumlah kota di tanah air serta penampilan dari band band indie dari 30 Negara.

Bahkan gelaran Pekan Raya Indonesia (PRI) dengan International Indie Music Festival -nya di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD, Tangerang 27 Sept – 7 Okt 2018 mendatang di jamin lebih asik, lebih seru dan menarik di banding dua penyelenggaraan sebelumnya.

Sebagai sebuah pameran multiproduk bernuansa festival kali ini, selain menghadirkan konsep International Indie Music Festival yang di inisiasi oleh CEO Deteksi Production, Harry koko Santoso, Pekan Raya Indonesia juga dimeriahkan pertunjukan sirkus dari Cina, Pasar Jongkok / Parjo, Konser Dongeng Naura, Festival Kopi dan pagelaran budaya dari berbagai daerah Indonesia di panggung Budaya PRI.

Pekan Raya Indonesia (PRI) dengan International Indie Music Festival -nya tak lupa akan menyuguhkan ‘Tribute to Harry Mukti’ dari band indie Anak Mama dan sejumlah lagu lagu Balad dari ‘Walag’ yang bakal memberikan suguhan warna musik baru di Pekan Raya Indonesia 2018 nanti.

ANAKMAMA, band indie asal Kotabaru, Kalimantan Selatan, lewat dua personil barunya Oky (drum) dan Ardy (gitar, vokal), selain akan memainkan sejumlah single lagunya seperti diantaranya Please (rilis pada akhir 2017 lalu) juga bakal menggelar Tribute to Harry Mukti. Mengenang musisi rock Indonesia yang sangat menginspirasi dan dikenal di era 80-90an serta kemudian hijrah sebagai ustadz hingga akhir hayatnya.

Meski menyandang AnakMama sebagai nama bandnya, toh pilihan genre musiknya sangat kental dengan warna rock atau rock alternative. Oleh karenanya dengan hadirnya Ardy dan Okky, tentunya lewat vokal Ardy yang berat dan serak itu berhasil menetralkan sound rock dan distorsi yang dimainkan Feri, Matt Yuli dan gebukan drum Oky. Bahkan untuk lebih dapat diterima oleh masyarakat umum AnakMama tak segan segan mengaransemen lagu lagunya yang bergenre pop rock agar tetap catchy di telinga masyarakat walaupun sound gitar yang dimainkan Feri sangat nge-rock.

AnakMama telah merilis single debut berjudul “Please” di akhir tahun 2017 lalu dan kini masih terus melakukan promosi secara indie. “Please” menceritakan pengalaman hidup yang pernah dialami Feri, gitaris sekaligus pencipta lagu dari ANAKMAMA. Please dibuat Feri sejak pertengahan 2013 dan direkam pada tahun 2017 lalu melibatkan Fajar Rizky dan Deddy Kalis sebagai music director serta Ryan Pex Ali sebagai produser yang menangani video klipnya.

Sedangkan Walag yang merupakan kata kebalikan dari Galaw menjadi ruh tersendiri bagi sang solois Andi Pratama. Lagu lagunya yang dalam dan menyentuh sisi sisi kehidupan menjadi cermin dari musikalisasi Walag. Dan Walag sesungguhnya lahir dari sebuah proyek solo akustik yang mulai dibuat pada tahun 2015 yang memainkan musik dengan genre folk.

Lagu lagunya yang sedikit Balad dan bak sebuah Ode, yang bertutur dan bercerita menjadi teman yang setia untuk menikmati suasana di Pekan Raya Indonesia (PRI) ke -3 dengan International Indie Music Festival di dalamnya. Cukup dengan segelas kopi hitam panas atau secangkir teh hangat, dan tentunya sebatang rokok. Kerinduan kita dengan alam sekitar dan rutinitas kesibukan di sekitar kita yang terus dihadapi seakan mendapatkan oasenya.

(tjo; foto ist

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Masukan angka : *