Tim Iseng-Iseng Juara Kompetisi Vignette Asian Games

SUARAINDONEWS.COM, Jakarta-Tim Iseng – iseng (Universitas Binus) yang beranggotakan Obelia Simone, Diandra Pramestisari Pololessy, dan Sufyan Tsaurie berhasil menyabet juara Kompetisi “Vignette” film pendek Asian Games dalam kegiatan Broadcast Legacy Program.

Dalam pengumuman pemenang dari Vignette Competition di Jakarta Convention Center, Jakarta Pusat, Sabtu (13/5/2018), Kelompok Iseng-Iseng ini mengungkapkan karya film animasinya selama 30 detik, terinspirasi dengan semangat Asian Games pada tahun 1962 yang ingin dibawa pada Asian Games 2018.

Kordinator Broadcast INASGOC Linda Wahyudi (pertama dari kiri), Ketua INASGOC Erick Thohir (dua dari kiri) dan Direktur Projek IGBS, Mike Wilmot (paling kanan) bersama pemenang lomba film pendek Asian Games, tim Iseng-Iseng dari Universitas Binus.

“Saya bertanya pada bapak saya, bagaimana dahulu dirinya mengikuti perkembangan Asian Games 1962. Saat itu Bapak saya mengetahui perkembangan berita Asian Games 1962 dari sebuah radio yang dimiliki seorang saja di desanya, ” kata Diandra

Dari cerita itulah, Diandra dan rekannya mencoba membuat film pendek berdurasi 30 detik. “Kita ikut lomba ini juga sebenarnya diminta Dosen. Sebenarnya kita sedang magang. Karena kita bertiga background-nya animasi, akhirnya kita buat film animasi.”

Sebanyak 56 karya film pendek mengikuti kompetisi bertajuk “Vignette Competition” atau kompetisi membuat cuplikan film yang diikuti oleh para mahasiswa dari 10 universitas terpilih.

Kompetisi film pendek dengan menggandeng International Games Broadcast Services (IGBS) selaku pemegang hak siar itu panitia pelaksana Asian Games XVIII/2018, menyediakan empat tema yakni Unity in Diversity, Energy of Asia, The World is Watching, dan Preparing for Triumph.

Selanjutnya, tim pemenang akan terlibat dalam Asian Games 18 untuk membantu tim broadcast selama perhelatan berlangsung.

Erick Thohir, Ketua Panitia Pelaksana Asian Games 2018 menjelaskan pihaknya berharap banyak generasi muda Indonesia dapat mengembangkan karir di industri siaran olahraga Asia dan dunia serta Asian Games 18 meninggalkan legacy kepada generasi muda Indonesia.

“Lebih membanggakan lagi, pemenang dari kompetisi akan diberangkakan ke London untuk belajar di National Film and Television School dan akan diajak meninjau lokasi produksi dari mitra pelaksana broadcaster Asian Games, ” kata Erick.

Direktur Projek IGBS, Mike Wilmot mengatakan Program ini sudah berlangsung enam bulan dan diikuti lebih dari 50 tim peserta dan hasil akhirnya nanti film-film terbaik akan ditayangkan bukan hanya di Indonesia. “Tapi juga di seluruh Asia hingga seluruh dunia,” kata Mike.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Masukan angka : *