Putra Kusuma Pictures Gandeng Peraih Panasonic Gobel Award dan Sineas Kawakan Garap Film Action Kung Fu ‘Lo Ban Teng’

SUARAINDONEWS.COM, Jakarta-Putra Kusuma Pictures Ki Kusumo menggandeng Peraih Panasonic Gobel Award Taufiq Arief Denin dan sineas kawakan Yan Senjaya menggarap Film Action Kung Fu beraliran Ngo Chu Kun, ‘Lo Ban Teng’. Sebuah film yang diambil dari true story perjalanan hidup ‘Lo Ban Teng’ yang hijrah dari Cina Daratan ke Indonesia, dan kemudian menggembangkan perguruan ilmu bela diri kung fu Ngo Chu Kun. Film adaptasi dari kisah hidup pendekar asal Hokian Tiongkok.

Perguruan ilmu bela diri kung fu beraliran Ngo Chu Kun ini dikembangkan oleh seorang guru bernama Lo Ban Teng. Aliran yang lahir sejak 1928 ini tersebar tidak saja di sejumlah daerah di Indonesia, tapi juga di beberapa negara di Asia. Oleh karenanya, Ki Kusumo melibatkan para profesional untuk menggarapnya, seperti peraih Panasonic Gobel Award, Taufiq Arief Denin selaku Produser. Disamping sineas kawakan Yan Sanjaya, yang sukses menggarap film almarhum Suzzana dan Warkop DKI, didapuk selaku Supervisi film ini.

Lo Ban Teng berkisah tentang keluarga pendatang di Desa Ciobee, Hokkian, dimana dirinya bersama ayahnya, Lo Ka Liong membuka usaha arak bernama Kim Oen Hap. Dan sejak usia 14 tahun, Lo Ban Teng sudah belajar kungfu pada seorang guru di desanya. Karena merasa cukup mumpuni dia pun menjajal kemampuannya di depan segerombolan pemuda. Tapi justeru Lo Ban Teng babak belur dihajar habis-habisan.

Dasar kepala batu, selepas kejadian justeru keinginannya belajar kungfu semakin kuat. Hal ini mengakibatkan ayahnya was-was. Oleh karenanya di usia 17 tahun, Lo Ban Teng dikirim ayahnya ke Kampung Selan, Semarang, Jawa Tengah. Disana, hanya bertahan 7 bulan, Lo Ban Teng memutuskan kembali ke Tiongkok.

Sekembalinya dari Semarang, Lo Ban Teng mendengar tentang adanya ilmu gingkang atau melompat melebihi tinggi tubuhnya hingga ke atas genteng. Saat itu pula dirinya kembali menekuni kungfu lagi. Kali ini Lo Ban Teng mengabdi pada guru tua kerempeng bernama Yoe Tjoen Gan, hingga menemukan rahasia teknik pukulan dahsyat, Kuntao Ho Yong Pay. Dan ketika gurunya meninggal, Lo Ban Teng tetap belajar kungfu pada guru yang lain. Lo Ban Teng tak mengenal lelah untuk terus berguru dan belajar kungfu hingga ilmu-ilmu lainnya. Termasuk ilmu pengobatan untuk mengobati orang.

Film Lo Ban Teng bakal menyuguhkan sejumlah perkelahian dengan jurus kung fu beraliran Ngo Chu Kun. Bahkan bakal pula melibatkan langsung dari asal perguruan kung fu Ngo Chu Kun ini dan memadukan bintang-bintang dari Indonesia dan Tiongkok. Selain mengambil lokasi syuting di tiga negara yakni Indonesia, Thailand, dan Tiongkok. Film adaptasi ini menelan biaya produksi hingga puluhan miliar, lantaran film ini juga bakal menggaet bintang Hollywood Jean Claude Van Dame.

Bagi Taufiq Arief Denin sang Produser, bahwa untuk memproduksi film kali ini, Ki Kusumo membebaskannya berkreasi dan tidak membatasi budget yang sesuai kebutuhannya. Film Lo Ban Teng harus perfect dari segi produksi dan hasilnya, begitu tantangan yang diberikan Ki Kusumo berpesan kepada Taufiq Arief Denin. Oleh karena itu pihaknya tengah intens berhubungan dengan manajemen Jean Claude Van Dame, bintang laga Hollywood, untuk terlibat di film Lo Ben Teng ini.

Film Lo Ban Teng menjadi film termahal dari rumah produksi Putra Kusuma Pictures, jadi mereka berharap film Lo Ban Teng ini bisa menjadi film kebanggaan Indonesia. Di harapkan sebelum akhir tahun 2020 film Lo Ban Teng sudah beredar baik di Indonesia maupun negara lain. Diperkirakan film ‘Lo Ban Teng’ bakal memakan waktu penggarapan selama 3 sampai dengan 4 bulan.

(tjo; foto dok

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Masukan angka : *