Piko Taro Juri Kontes Karada Dance aJapan Mudah Berbahasa Jepang Lewat Dance dan Lagu

SUARAINDONEWS.COM, Jakarta-Ingat lagu anak-anak jaman dahulu … Kepala … Pundak … Lutut … Kaki … Lutut …. Kaki … Daun Telinga … Mata … Hidung dan Pipi …. Ahaaa tapi ini dalam versi Jepangnya, namanya Karada Dance atau Bernyanyi sambil Menghafal Bagian Tubuh dalam bahasa Jepang … musiknya asik, ceria dan mudah untuk dihafalkan mulai dari anak 2 tahun hingga dewasa. Kerennya lagi Karada Dance di konteskan dan pemenangnya mendapat voucher pulang pergi Jakarta – Tokyo – Jakarta lohhh …

Kontes Karada Dance aJapan tepatnya, membuat mudah Berbahasa Jepang Lewat Dance dan Lagu sambil mengenal bagian tubuh kita. Inilah program pendidikan yang menyajikan pembelajaran bahasa Jepang dengan menggunakan media lagu, irama dan animasi, dan bisa dinikmati bersama orang tua dan anak. Anak-anak pun dapat menari dan menyanyi sambil mengingat nama-nama anggota tubuh dengan lagu senam “Ebikanics”, lagu orijinal program yang lirik dan lagunya diciptakan Keropons, yang sangat populer di kalangan anak-anak.

Adalah WakuWaku Japan Corporation kemudian menginisiasi kontes menari ini dengan titel “Kontes Karada Dance aJapan”. Sebuah program televisi orijinal yang sedang tayang di WakuWaku Japan, yakni “Asonde Manabu Nihongo aJapan / Let’s Enjoy! Play and Learn Japanese” (selanjutnya disingkat “aJapan”).

Sebuah program edukasi untuk anak-anak yang tinggal di luar negeri supaya tidak merasa asing dengan “bunyi” Bahasa Jepang, melalui lagu, irama dan animasi yang dapat dinikmati orang tua dan anak. Sekaligus mengajak anak-anak menggerakkan badan secara alami sambil mengingat dan belajar bahasa Jepang. Inilah program yang bisa membuat badan sehat berkat tarian dan nyanyi. Asyikkkkk kannn …

Dan Sabtu 20 Januari 2018, menjadi puncak Kompetisi Final Menari Karada aJapan! yang diikuti 8 peserta final dari ratusan yang mendaftar, berlangung di SD Global Islamic School, Condet, Jakarta Timur. Sekaligus sebagai Ketua Dewan Jurinya yakni PR Ambassador WakuWaku Japan, Kazuhito Kosaka atau lebih dikenal dengan nama panggungnya Daimaou Kosaka dan Piko Taro, yang karyanya Pen-Pineapple-Apple-Pen menembus 120 juta viewer di youtube.

Pendaftaran dan kualifikasi Karada Dance aJapan telah dimulai sejak 25 September 2017 hingga 29 Desember 2017 lalu, di gelar di 5 sekolah seperti Jakarta International Multicultural School, SD Bhakti Mulya, SD Global Islamic School, SD Providentia, dan SD Tarakanita 2.

Bagi Piko Taro sendiri, Kontes Karada Dance aJapan menjadi sarana efektif menghafal dengan cara bernyanyi dan menari. Belajar bahasa Jepang sambil menggerakkan tubuh, seperti makan nasi dengan tempura, seperti semangkuk nasi dengan lauk di atasnya pishi pishi. Bahkan dalam kaitannya dengan 60 tahun hubungan diplomatik Indonesia – Jepang, Piko Taro mengubah PPAP menjadi Indonesia -Jepang Best Friends.

Piko Taro dengan ritme khasnya yang unik akan memperkenalkan ke luar negeri bagaimana menariknya Bahasa Jepang. Sebagai Ketua Dewan Juri, Piko Taro di Indonesia akan memperkenalkan daya tarik Bahasa Jepang serta Negara Jepang itu sendiri secara langsung kepada anak-anak.

Sebagai project edukasi yang menarik, Karada Dance aJapan Contest terus mempromosikan kontes ini ke seluruh dunia. Dimana dalam kontes ini peserta diharuskan untuk menarikan “Karada Dance”, kemudian direkam lalu di-posting di Instagram. Pemenang yang merupakan pilihan terbanyak penonton, berhak mendapatkan hadiah yang sangat menarik yakni menikmati perjalanan ke negeri Jepang pp. Sekarang ini telah banyak postingan “Karada Dance” berdatangan dari berbagai Negara. Dan pada Final Kontes Karada Dance di Indonesia dimenangkan oleh Hana dan Taki dari Bandung.

(tjo ; foto yok

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Masukan angka : *