Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua 2020 Jadi Target Ekshibisi Koluchstyl Indonesia

SUARAINDONEWS.COM, Jakarta-Beladiri Koluchstyl Indonesia (KI) akan terus mengembangkan dirinya, bahkan Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua 2020 mendatang, jadi target ekshibisi Koluchstyl Indonesia, demikian ditegaskan Presiden KI Ali Akbar Hehaitu, dalam sebuah kesempatan. Oleh karenanya, pihaknya berharap mendapatkan orang orang yang hebat dan fokus untuk menggerakkan organisasi Koluchstyl Indonesia.

“Kami ingin beladiri ini tidak saja tampil di kancah nasional, tetapi juga tampil di level level internasional, supaya peringkat di Asean dan Asia terus meningkat,” harapnya.

 

Ali menjelaskan, Koluschstyl merupakan olahraga baru di Indonesia. Cabang olahraga bela diri asal Polandia ini pertama kali masuk dan dikembangkan di Jakarta, sejak 2015. Koluchstyl merupakan cabang olahraga bela diri yang menggabungkan teknik judo, sumo, gulat, dan jujitsu dalam praktiknya. Cabang olahraga ini diciptakan pada tahun 2009 oleh Grand Master Wieslaw Koluch, pemegang DAN 9 Ju-jitsu asal Polandia. Mr. Wieslaw Koluch pun masih aktif melatih di Kepolisian Negara Polandia dan melatih di Club MMA hingga saat ini.

Pertandingan Koluchstyl menggunakan sistem ground fighting yang lebih berorientasi kepada Olahraga Prestasi dan Olahraga Rekreasi serta sangat mengutamakan Keamanan, Keselamatan dan Kesehatan bagi peserta pertandingan, sehingga aturan pertandingannya melarang untuk saling menyakiti lawan dan juga menjaga kebersihan para atlitnya dengan cara salah satunya adalah memakai kaos kaki.

Untuk durasi waktu pertandingan 60 detik untuk Senior dan Junior setiap rondenya, dilaksanakan dalam dua ronde dan satu ronde tambahan jika nilainya sama.Koluchstyl dimasukkan ke dalam Eropa dan seni bela diri dunia organisasi, termasuk Organisasi Dunia Seni Bela Diri (WMAO).

Beladiri Koluchstyl di Indonesia dibawa dan dikembangkan, Grand Master Drs.Ali Akbar Hehaitu, MM, yang juga selaku Presiden Koluchstyl Indonesia.
Bahkan dengan latar belakangnya sebagai pemegang Sabuk Merah DAN 9 Jujitsu yang berlatih beladiri Jujitsu sejak duduk di kelas 1 SMA di Jakarta Tahun 1981 dengan keahlian dan kemampuannya dalam ilmu beladiri Jujitsu dan penguasaannya dalam tehnik bantingan atas dan bantingan bawah serta kuncian, Ali Akbar menciptakan tehnik perkelahian bawah yang dikenal sebagai “Tehnik Hau’k Lehu” .

Tehnik inilah yang dipresentasikan dan diuji coba Soke Ali Akbar Hehaitu kepada Grand Master Koluchstyl Dunia dan hasilnya cukup memuaskan, atas prestasinya menciptakan tehnik Hau’k Lehu, Soke Ali Akbar Hehaitu dinobatkan menjadi Grand Master Koluchstyl Indonesia sekaligus diangkat menjadi President Koluchstyl Indonesia dan mendapat gelar Doktor of Martial Art yang diberikan oleh Grand Master Anthony Fernandes Batista DAN 10 Jujitsu asal negara India, pada tahun 2015. Tehnik ini menjadi materi tambahan untuk Koluchstyl di dunia yang kita kenal sebagai tehnik Koluchstyl Hau’k Lehu.

Saat ini, KI sudah melakukan persuasif dengan membangun komunikasi dengan KONI, KOI, Formi, dan Kemenpora. Karena olahraga tersebut masih baru, maka paling sedikit harus memiliki 10 Pengda yang terbentuk secara legal sehingga nantinya bisa didaftarkan sebagai anggota KONI.

Dan kini sudah ada 13 Pengda KI yang tergabung, diantaranya DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatera Selatan, Sulawesi Selatan, Kepulauan Riau, Kalimantan Selatan, Riau dan Maluku, termasuk juga Jogjakarta, Jawa Timur, serta Kalimantan Selatan.

(tjo; foto ist

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Masukan angka : *