Pameran Khusus Karya Yince Djuwidja dan Zheng Lu Tandai Peresmian Yun Artified Community Art Center

SUARAINDONEWS.COM, Jakarta-Pameran khusus karya Yince Djuwidja dan karya Zheng Lu seniman sculpture dari Beijing, China menandai diresmikannya Yun Artified Community Art Center sebagai pusat kegiatan seni khususnya seni rupa, agar para seniman Indonesia memiliki wadah untuk menyalurkan kegiatan berkarya.

Berlokasi di Jl. Katamaran Permai 3 No.35, Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara, Yun Artified Community Art Center memiliki 3 lantai dengan luas ruang pameran 1584 meter persegi, telah siap dengan program-program seni yang akan memeriahkan dunia seni rupa Indonesia. Dan pameran khusus karya Yince Djuwidja dan karya Zheng Lu seniman sculpture dari Beijing, China, menjadi event pertama tempat ini.

Karya Yince Djuwidja dan karya Zheng Lu dapat dinikmati publik hingga 20 Februari 2019 mendatang (RSVP: 021-55967575/76, pukul 10.00 – 17.00 WIB). Selanjutnya, kami akan menggelar dua hingga tiga kali pameran dalam setahun yang dikurasi oleh kurator senior ternama Indonesia, jelas Yince.

Jim Supangkat dalam catatan kuradinya mengenai karya-karya Yince Djuwidja, menegaskan bahwa dirinya merasa ada sikap kritis pada Yince ketika mempraktekkan kaligrafi dan seni lukis Tiongkok. Ia tidak sekadar meneruskan kedua tradisi ini dengan mengikuti aturan-aturannya dan kemudian terjebak pada mannerism. Yince tertarik secara khusus pada gejala artistik (visual) pada kedua tradisi ini. Perhatian khusus ini membawanya ke upaya mencoba seni lukis Barat. Ia menggunakan kepekaan yang sudah berkembang dalam lingkup seni menunjukkan keragaman ungkapan. Dari sini muncul sejumlah definitions of art yang kemudian mempengaruhi pemikiran estetik dan perkembangan seni rupa.

Bahkan karya kaligrafi Tiongkok Yince Djuwidja yang berukuran 15 meter, telah berhasil mendapatkan penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI), yang langsung sertifikat penghargaannya diberijan oleh Jaya Suprana, Ketua MURI. Kaligrafi tersebut digantung di salah satu sisi dinding gedung.

Sementara mengenai karya seniman Zheng Lu, Jim Supangkat mencatat bahwa Zheng merangkai potongan-potongan kecil huruf kaligrafi dari stainless steel menjadi semacam lembaran yang kemudian dibentuk menjadi patung struktural. Zheng Lu mengembangkan bentuk percikan air. Tampil dari pengembangan itu struktur ringan yang komponen-komponennya menyebar dari sesuatu pusat ke udara. Ketika disusun menjadi sebuah patung terkesan seperti substansi yang melayang di udara. Bentuk seperti ini memberi Zheng Lu dan Yince gagasan untuk membuat sebuah struktur ruang pada bangunan Yun Artified yang menerobos batas-batas ruang.

Yince termotivasi untuk memfasilitasi kegiatan seni rupa di Indonesia agar dapat berkembang lebih baik. Dimana perkembangan seni rupa di Indonesia tentunya memerlukan penunjang sarana seni yang diperuntukan untuk komunitas seperti art center.
Yun Artified Community Art Center akan menjadi sebuah pusat kegiatan seni yang memiliki fasilitas ruang pameran, ruang workshop dan perpustakaan.

Termasuk kegiatan yang saat ini sudah berjalan adalah art workshop seperti kelas Chinese Calligraphy, Chinese Ink Painting, Canvas Painting with oil or acrylic, Clay-Sculpting dan Brush Pen Calligraphy. Dalam setiap pamerannya, Yun Artified Community Art Center akan dikurasi oleh senior kurator seni rupa Indonesia ternama.

Dan salah satu program yang dimiliki oleh Yun Artified adalah Art Advisory yang akan memberi berbagai solusi seperti sistem penyimpanan karya seni yang benar, mencocokkan karya seni dengan ruangan, membangun database online untuk koleksi karya seni dan merekomendasikan karya seni sesuai budget melalui database yang terdiri oleh seniman established dan emerging.

Jim Supangkat yang dikenal sebagai seorang kritikus seni rupa di Indonesia akan mengkuratori semua kegiatan pameran di Yun Artified Community Art Center. Dengan dipilihnya Jim Supangkat diharapkan akan dapat membagikan pengalamannya tidak hanya kepada seniman-seniman muda namun juga kepada masyarakat yang butuh referensi sejarah seni rupa Indonesia.

Selanjutnya, peresmian juga diramaikan oleh kegiatan berkarya bersama antara seniman Indonesia dengan seniman China (19/1).

(pung; foto dokyun

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Masukan angka : *